Salah satu alasan kenapa saya akhirnya memutuskan kuliah S-2 di IPB ialah peluang exchange ke luar negeri. IPB memiliki kerjasama dengan beberapa kampus di eropa, amerika, jepang, korea, thailand dan masih banyak lagi. Awalnya saya ingin mencoba program PARE ke Jepang. Namun, karena saya kurang ancang-ancang dan niat yang belum 100%, akhirnya saya tidak jadi mendaftar. Di kesempatan berikutnya, saya mencuri waktu sebelum ujian rekayasa proses pangan untuk ikut Info session yang diselenggarakan oleh kantor kerjasama Internasional IPB tentang student mobility Erasmus + di Poland. Di situ saya sempat merasa minder, karena yang ikut niat-niat banget. Mereka mengajukan pertanyaan yang kreatif-kreatif sekali dan kelihatan bahasa inggrisnya jago. Meskipun begitu saya tetap beranikan diri mengurus berkas-berkas pendaftarannya lalu mendaftar, lagipula berkas-berkasnya tidak terlalu sulit. Paling yang agak mikir bikin motivation letter… Tapi dengan bermodalkan google, ternyata saya bisa membuat motivation letter yang bagus hehe.

Program Erasmus + ini sangat menggiurkan. Mahasiswa yang terpilih akan berada di negara tujuan selama ± 5 bulan. Biaya kuliah sudah ditanggung, dikasih uang saku 750 Euro (± 11 juta rupiah) per bulan + travel expenses reimbursement sebesar 1100 Euro (± 17 juta rupiah) (yang bego nya saya malah nombok hahaha). Biaya yang harus dicover sendiri ialah biaya pembuatan asuransi perjalanan sekitar 2 juta 500 ribu rupiah (tergantung perusahaan asuransi yang dipakai) dan biaya pembuatan visa schengen sebesar 900 ribu rupiah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

INTERVIEW

Setelah beberapa minggu mengirim berkas via online, saya mendapat panggilan wawancara. Wawancara akan dilakukan melalui skype dengan penanggungjawab program ini di kampus yang saya tuju, yaitu SGGW-WULS Polandia. Persoalannya, ketika saya mendapat panggilan wawancara tersebut, saya berada di Malang. Sebelum hari H wawancara, saya sempatkan untuk keliling mencari warnet yang sepi dengan koneksi internet baik. Dan ketemulah warnet di Jalan Sumbersari Gg 3 yang deket kosan saya dulu … hehehe benar-benar nostalgia zaman kuliah S-1 di UB dulu. Saat hari-H wawancara saya menggunakan laptop yang telah saya install skype. Tring..tring…tring..tring, ada panggilan masuk dari seorang cewek bule cakep yang pakai u can see penanggungjawab erasmus + di kampus yang saya tuju. Karena saya grogi.. saya tidak menancapkan kabel speaker dengan benar, alhasil saya gak bisa denger suara apa-apa.. hmm.. dasar norak.

Wawancara berlangsung selama kurang lebih 1 jam, yang diobrolin seputar kegiatan saat S-2 dan S-1 dulu, motivasi belajar di luar negeri, kegemaran hingga pertanyaan absurd macam: kalau saya ke bogor, saya mau diajak kemana… wadaww… ngerii…. (tapi ini serius lho).

NYARIS KENA PHP

Dua bulan setelah wawancara, hari pengumuman itu tiba. Dengan deg-deg an saya buka browser, yang muncul malah gambar dinosaurus.. Ternyata paket data saya habis….

Setelah berhasil mendownload file pengumumannya, saya baca dan disitulah saya tahu.. bahwa saya dinyatakan masuk sebagai reserve list. Hmm, maksudnya apa nih? Jadi penghangat bangku cadangan? Saat itu yang dinyatakan accepted hanya 1 orang. Ternyata, saya dapat kemungkinan untuk diberangkatkan di semester berikutnya. Saya masih belum merasa lega, dan berharap ini bukan php.

Satu semester berikutnya saya isi dengan menyusun proposal thesis hingga kolokium (seminar proposal), sembari berharap mendapat kepastian beneran berangkat ke Polandia. Hingga pada suatu hari di bulan Desember saya mendapat kepastian bahwa saya akan berangkat ke Polandia pada akhir bulan Februari 2017, saya diminta menandatangani confirmation letter dan segera mengurus visa. Alhamdulillah.. penantian ini tidak berujung sia-sia.

MENGINJAKKAN KAKI DI TANAH EROPA

26 Februari 2017. Setelah terbang selama 14 jam, akhirnya saya tiba di bandara Internasional Schipol di kota Amsterdam, Belanda untuk transit berpindah pesawat menuju Warsaw. Sesungguhnya saya punya waktu transit selama 5 jam, tapi karena baru pertama kali dan takut nyasar, akhirnya saya cuma foto-foto di dalam bandara sambil bikin live Instagram, dengan penonton sebanyak 6 orang. Wow..sebuah prestasi.

Maskapai yang saya tumpangi saat berangkat dari Indonesia ke Polandia ialah Garuda Indonesia dengan no.penerbangan GA.088 yang bekerja sama dengan KLM CITYHOPPER no.penerbangan KL1365. GA 088 memiliki rute Jakarta-Amsterdam dengan satu kali transit di Singapura. Sementara KL1365 ialah rute penerbangan langsung Amsterdam-Warsawa.

Sore harinya pukul 4 sore waktu eropa, saya tiba di Bandara Frederic Chopin Warsawa. Disini, saya dijemput oleh dua orang dari Erasmus Student Network yang akan mengantarkan saya menuju dormitory. Dari bandara, kami naik bus semacam transjakarta, tanpa perlu berganti bus dan tiba di depan kampus SGGW-WULS. Jika orang-orang biasanya jetlag.. saya malah berbeda, sampai kamar, kenalan bentar sama dua orang room mate saya, habis itu langsung molor .. he he he (rws).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s