Tanggal 17 Oktober 2018, akhirnya saya resmi menyandang gelar M.Si. Tiga tahun kuliah, tentu bukan waktu yang ideal untuk menyelesaikan sekolah Magister. Tetapi setelah direnungkan kembali, tiga tahun kuliah di IPB ternyata sangat worth it dan reasonable.

Dibalik kesuksesan pasti ada kegagalan yang menyertainya. Setidaknya itulah yang saya dapat setelah lulus S2. Dan cerita kegagalannya… sudah dimulai sejak awal mendaftar  -____-

Pertengahan 2015 iseng-iseng buka website dikti.. saya baca pengumuman penawaran beasiswa PMDSU, dengan salah satu kampus yang ditawarkan ialah IPB. For your Information.. PMDSU adalah program beasiswa shortcut sekolah S2 langsung disambung S3.. Saya tertarik dan kemudian mencoba memilih promotor dan mengajukan proposal. Saya pilih promotor seorang profesor perempuan yang wajahnya kelihatan kalem.. (yang ternyata nggak kalem, foto memang bisa menipu).

Setelah menunggu begitu lama… saya terkejut terheran-heran karena hasil seleksi penerimaan mahasiswa Pascasarjana saat itu sudah diumumkan dan waktu daftar ulang sudah ditetapkan sementara PMDSU yang saya apply bahkan belum kelihatan ada tanda-tanda seleksi lanjutan.

Hingga saat waktu daftar ulang tiba, PMDSU belum ada pengumuman. Karena saya penasaran.. akhirnya saya nekat ke Bogor dengan status belum tahu diterima sebagai mahasiswa atau tidak. Disana saya numpang dikosan teman kuliah semasa S-1.

Beberapa hari disana, teman-teman sudah memulai perkuliahannya. Lalu saya yang belum berstatus mahasiswa… ikutan masuk kelas (benar-benar terlalu rajin).

PENGUMUMAN YANG DINANTIKAN

Akhirnya hari pengumuman itu tiba.. Saya dinyatakan lolos seleksi IPB dan bisa melakukan daftar ulang susulan, namun belum dinyatakan lolos seleksi dari promotor. Sebuah kondisi yang dilematis.. yang pada akhirnya dengan kenekatan luar biasa.. saya malah bayar spp dan ikutan daftar ulang…seakan-akan sudah mendapat firasat bahwa bakal tidak lolos seleksi promotor.. (meskipun sebenarnya di dalam hati masih berharap).

Setelah daftar ulang dan beberapa kali ikut kelas, barulah saya mendapat informasi nama-nama yang lolos PMDSU. Dan seperti firasat saya.. nama saya tidak ada. He..he…he. Menyedihkan memang dan sama sekali tidak membanggakan.. Tidak lolos PMDSU dan Kuliah S-2 pakai biaya sendiri pula.

 

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

HARI-HARI PERTAMA KULIAH

Kuliah S-2 saya berpikir akan berbeda dengan kuliah S-1, banyak ngobrolin riset misalnya, atau..sudah tidak ada lagi UTS, UAS.. Namun kenyataannya, suasana perkuliahan S-2 tidak jauh berbeda dengan S-1. Ujian dan tugasnya aja yang lebih banyak serta bobotnya yang lebih sulit. Bahkan.. tugasnya sudah datang di hari pertama kuliah. Dan tugas pertamanya ialah.. membuat tulisan dengan Tema “Fenomena Kimia Pangan dalam Kehidupan Sehari-hari”. Saya membahas perbedaan minyak jelantah dan minyak goreng baru. Selain itu saya juga membahas, kenapa telor ceplok itu enak.. hehehe.. Enggak ding, saya membahas perubahan kimia saat menggoreng telur.

Di Semester 1, saya mengambil 6 mata kuliah yang terdiri dari 4 mata kuliah wajib dan 2 mata kuliah pilihan. Saya sedikit diuntungkan karena TOEFL saya sudah bagus, jadi tidak perlu mengambil mata kuliah bahasa inggris hehehe. Dengan total sks sebanyak 14, di semester 1 kuliah S-2 ini saya merasa lebih capek dibandingkan saat kuliah S-1 yang 24 sks.. Hmm kenapa yaa?? Apa faktor usia? Hehe.. Enggak sih, emang 14 sks IPn IPB itu agak kurang ajar… Tugasnya udah kerasa kayak 30 sks.

Salah satu mata kuliah yang menjadi momok saat semester 1 ialah “Biokimia Molekular Pangan”.. Meskipun topik penelitian tesisnya nanti gak ada biokim-biokimnya, semua mahasiswa wajib mengambil mata kuliah ini. Isi mata kuliah ini hampir sebagian besar hafalan… mulai dari menghafal asam amino hingga jalur metabolisme + enzim-enzimnya. Bagi orang yang gak suka menghafal kayak saya, mata kuliah ini sungguh sangat menyiksa. Soal nilai ujian, sudah pasti rata-rata memperoleh nilai buruk. Untuk itu, dosen pengampu mata kuliah ini memberikan tugas tambahan agar nilai akhirnya tidak menyedihkan. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok, satu kelompok terdiri dari tiga orang. Jumlah soal di dalam tugas ini ada 4 buah. Nah, saya kebagian mengerjakan soal no.4. Soalnya ialah saya harus mencari jurnal tentang elektroforesis “dua dimensi”. Dengan sembrononya saya cari aja jurnal di internet tentang elektroforesis tanpa memperdulikan dua dimensi atau satu dimensi, karena saya pikir semua elektroforesis hasilnya dua dimensilah, selama bentuknya pita garis bukan titik. Dan kesesatan pikir itulah yang saya sesali waktu keluar nilainya… Jengg.. Jenggg… yang lain dapat nilai bagus, kelompok saya nilainya jelek banget. Yang harusnya nilai dipakai buat perbaikan malah ngancurin.

Belakangan saya tahu bahwa dua dimensi disitu maksudnya dua langkah elektroforesis. Dari pengalaman ini saya belajar untuk tidak sotoy.

NYETIRIN BULE

Di akhir semester 2 perkuliahan, saya yang lagi gabut tiba tiba diajakin sama seseorang buat nge LO in bule. Buat yang gak tahu LO itu apa, LO itu semacam guide yang nemenin kemanapun perginya pengisi acara saat seminar atau konferensi. Sebenernya waktu itu saya agak males sih, duuh bule.. bakal ngobrol pake bahasa inggris nih. Ada resiko si bule gak paham tentang apa yang saya omongin. Karena kita berbeda dalam hal pronounciation. Kalau dia pakai gaya American English, saya pakai Jonglish (Jowo English). Tapi, berkat rayuan maut dan iming-iming tambahan duit yang lumayan.. ya udah deh.. saya mau.

Keesokan harinya saya ikutan rapat perdana kepanitiaan ini. Ternyata saya tugas nge-LO in bule itu sendirian.. Disuruh bawa mobil, jemput di bandara, ngantering ke hotel, ke lokasi acara.. selama 5 hari. Apaaa??? Gilaaa… saya gak hafal Jakarta dan sekitarnya.. nama-nama ikan aja saya gak hafal. Oleh karena itulah.. saya harus nyari temen agar perjalanan ini menjadi lancar, aman terkendali, dan selamat sampai tujuan.

Tugas hari pertama ialah: Jemput bule cewek, sekap dan bawa ke hotel, hubungi anggota keluarganyaa dan minta tebusan … hehehe… Enggak lah bohong…

Hari pertama, saya ditemani oleh dua orang sahabat saya yang sama-sama orang Jawa Timur. Tugasnya cukup sederhana, yaitu nganterin Bule cewek dari bandara ke Hotel Indonesia. Tugas yang sederhana ini menjadi tidak sederhana karena kami bertiga gak ada yang hafal exit toll mana yang harus diambil buat ke bandara dan ke Hotel Indonesia (selain buta arah itu kami juga norak, karena gak pernah masuk Hotel Indonesia).

Lalu kami pun mengambil solusi cepat….. Ahaaa…. untung ada HP Pintar……. pakailah google maps sehingga kami bisa lancar ke bandara dan ke Hotel Indonesia Kempinski tanpa tersesat. Tapi… HP Pintar ternyata tidak bisa membantu mengatasi kenorakan kami untuk menemukan loby Hotel Indonesia di tengah malam. Yang terjadi kami malah muter-muter gak jelas –“, sampai si bule terlihat kebingungan dengan anehnya kami. Akhirnya setelah bosen muter muter, kami menemukan portal ke dimensi lain parkiran hotel di basement, kami masuk dengan harapan bisa menemukan pintu lobi hotel di basement yang ternyata tidak ada.. Kami keluar lagi, dan voila… ketemulah pintu lobi nya. Turun lah si bule, lalu kami ditegur satpam karena masuk lobi dengan melawan arah –“. Ternyata arah masuk pintu lobi berada tepat disebelah portal parkiran tadi. Emang, panik bisa bikin otak jadi mengkerut.

Hari-hari berikutnya menjadi lebih menyenangkan, saya bisa ngerasain tidur di hotel Sheraton Bandara. Saya bisa ikutan seminar gratis, yang kalau bayar harganya bisa sampai 3 juta. Namun, saya tetep norak saat harus bayar sarapan di hotel 300 ribu rupiah –“. Sarapan macam apa, yang bisa ngabisin jatah uang makan saya selama seminggu (rws).

 

 

 

2 pemikiran pada “EM ES I (bagian 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s