-->
Kamu Sedang Membaca...
food info

Sumber Vitamin C Bukan Jeruk Tapi Ketela Pohon

untitled2Bagi rekan-rekan yang suka mengkonsumsi vitamin C dalam bentuk siap saji (tablet, kapsul dsb). Tahukah kalian sumber vitamin C yang dipakai dalam kaplet tersebut?? Mungkin banyak dari kita yang mengira bahwa sumber vitamin C nya berasal dari jeruk. Tetapi tahukah kalian bahwa sebenarnya sumber vitamin C yang digunakan berasal dari ketela pohon.

Loh kok bisa??

Secara alami, kita tidak akan menemukan vitamin C dalam ketela pohon. Tetapi melalui serangkaian pengolahan, komponen pati dalam umbi ketela bisa diolah menjadi vitamin C. Pati yang terdiri dari struktur glukosa yang panjang bisa dikonversi menjadi sorbitol. Sorbitol sendiri merupaka bahan baku sintesis vitamin C yang terdiri dari gugus glukosa yang telah diubah gugus aldehidnya menjadi alcohol. (gambar struktur sorbitol). Pengubahan struktur ini bisa dilakukan dengan cara Hidrogenasi Katalitik. Yaitu proses mereaksikan gugus gula dengan hydrogen bertekanan tinggi. Mekanisme reaksinya adalah sebagai berikut:

Reaksi Pembentukan Sorbitol

Proses ini melibatkan tiga tahap yaitu: Pencampuran Bahan Baku, Reaksi Hidrogenasi, dan Pemurnian dan Pemekatan. Pencampuran dilakukan dengan mengalirkan sirup glukosa dan hydrogen bertekanan melalui Plate Heat Exchanger bersuhu 100 0C. Campuran ini diharapkan memiliki suhu yang sama (100 C) sebelum masuk ke reaktor hidrogenasi. Di dalam reactor hidrogenasi terjadi proses hidrogenasi katilitik dengan katalis Raney Nickel untuk mempercepat reaksi. Dari sini sudah diperoleh sorbitol namun masih terdapat zat-zat air, maltose,dekstrin dan sisa hydrogen. Untuk itu, perlu dilakukan pemurnian dan pemekatan. Pemurnian dilakukan dengan Separator Flush Drum. Setelah dipisahkan, sorbitol murni dipekatkan untuk mengurangi kandungan airnya dengan evaporator.

Sorbitol ini selanjutnya mengalami proses sintesa untuk menjadi vitamin C. Sintesa ini dilakukan untuk merubah sorbitol menjadi Asam 2-Ketoglukonat kemudian diubah menjadi bentuk garam natrium dan diperlakukan asam untuk membentuk Asam L-Askorbat (vitamin C). Proses sintesa Asam 2-Ketoglukonat membutuhkan sentuhan bioteknologi. Yaitu dengan memanfaatkan bakteri sebagai konverternya. Beberapa bakteri seperti Acetobacter, Erwinia, dan Gluconobacter dapat mensintesis Asam 2-Ketoglukonat. Kemampuan konversi bakteri-bakteri tersebut terjadi akibat adanya enzim reduktase 2,5 DKG.

Sudjadi, 2008

Sudjadi, 2008

Asam L-Askorbat (vitamin C) dari hasil sintesis ini sifatnya tidak berbahaya. Proses sintesis ini dipilih karena prosesnya menjadi lebih murah dan sederhana.

Pustaka:

– Sudjadi. 2008. Bioteknologi Kesehatan. Kanisius

– Anonim. 2010. Pembuatan Sorbitol. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/21264

Iklan

About rezawidya

i am just ordinary human..... like u.... still need a food to build my body

Diskusi

2 thoughts on “Sumber Vitamin C Bukan Jeruk Tapi Ketela Pohon

  1. ava mu mbois za πŸ˜€

    Posted by Sofyan Hadi Mohammad | 16 Desember 2013, 09:33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Desember 2013
M S S R K J S
« Nov   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 33,773 hits

arsip

Translation

%d blogger menyukai ini: