-->
Kamu Sedang Membaca...
food info

STRATEGI PENGEMBANGAN ASET TEKNOLOGI DALAM UPAYA MEWASPADAI KRISIS PANGAN

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Kutipan kalimat diatas merupakan bunyi pasal 33 ayat 3dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Betapa, para pendiri bangsa telah menitikberatkan penguasaan sumber kekayaan alam hanya untuk kemakmuran rakyat. Namun, kebanyakan pemimpin bangsa zaman sekarang seperti lupa dengan bunyi pasal ini. Kekayaan alam sumber pangan misalnya, lebih banyak yang tidak termanfaatkan secara maksimal. Negara lebih memilih impor dengan alasan harga yang lebih murah dan kualitas baik.

Mengapa itu bisa terjadi??

Karena bangsa ini tidak melek ilmu pengetahuan dan teknologi. Pabrik milik BUMN saja, kebanyakan mesin pengolahannya adalah peninggalan zaman Belanda. Bagaimana bisa menghasilkan kualitas yang bersaing?? Petani, ketika musim giling tiba, kebanyakan tebu mereka mengalami kehilangan pasca panen. Mereka tidak mengerti mengapa terjadi kehilangan. Namun bagi mereka yang menguasai ilmunya tentu memahami bahwa selama truk tebu menunggu giliran masuk pabrik, terjadi inversi gula pada tebu. Hal semacam inilah yang bisa dijadikan bahan pelajaran bahwa penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi kebutuhan primer bangsa ini.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan aset. Aset yang akan membawa kita untuk siap menghadapi krisis pangan. Karena dia adalah “aset”. Dia adalah barang berharga yang secara sadar harus dimiliki oleh suatu bangsa. Apabila suatu bangsa tidak memiliki aset ini, maka sumber pangannya akan dengan mudah dikuasai oleh bangsa lain. Dan jika suatu bangsa tidak sadar telah memiliki aset ini, maka sumber pangan hanya akan dikuasai oleh kalangan tertentu saja sehingga menyebabkan ketimpangan dalam pemerataan sumber daya pangan.

Pengembangan aset merupakan salah satu cara untuk meningkatkan investasi. Seperti halnya properti, jika bangunannya dimegahkan, diperluas maka nilai jualnya pun akan tinggi. Begitu pula dengan iptek, jika asetnya dikembangkan maka akan meningkatkan keuntungan bagi bangsa ini.

Pengembangan aset ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu pengembangan secara horizontal maupun vertikal. Horizontal memiliki makna pengembangan iptek bisa dikuasai oleh sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia. Sedangkan pengembangan secara vertikal mengandung maksud bahwa riset mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi harus terus ditingkatkan.

Sistem distribusi ilmu merupakan salah satu cara yang dapat diterapkan unuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara horizontal. Sistem distribusi ini melibatkan setidaknya 4 pihak: 1. Pemerintah; 2. Ilmuwan/dosen; 3. Petani; 4. Orang awam.
1.Pemerintah
Sebagai pucuk teratas dari suatu negeri maka pemerintah harus siap menjamin terlaksananya sistem dengan baik. Tanpa ada campur tangan orang-orang yang korup, karena jika itu terjadi maka sistem ini tidak akan berjalan. Untuk menjalankan sistem ini dibutuhkan satu komitmen yang utuh dari keempat pihak.
2.Ilmuwan/dosen
Ilmuwan/dosen memiliki dua peran. Peran pertama yaitu menemukan teknologi tepat guna yang sederhana namun memberikan hasil baik serta mudah dipelajari oleh petani. Hal ini mutlak diperlukan mengingat rata-rata petani kita tidak berpendidikan tinggi. Peran kedua yaitu sebagai mediator/ penyampai pesan ilmu kepada para petani. Peran ini menurut saya sulit diwakilkan karena yang meneliti tentu lebih paham dibandingkan harus orang lain yang menyampaikan. Hal terpenting dari sebuah penyampaian ialah kontinuitas. Penyampaian yang kontinyu akan membuat petanit segera familiar dengan teknologi baru tersebut.
3.Petani
Agar produksi hasil pertanian makin meningkat maka perlu sentuhan teknologi. Saat ini, kita lemah dalam hal pasca panen. Dimana penanganan pasca panen di negeri ini masih tergolong buruk. Begitu pula dengan penyimpanannya, banyak produk yang mudah rusak selama penyimpanan akibat tidak adanya fasilitas storage yang memadai. Pengolahan menjadi produk pun demikian. Kita ambil contoh porang misalnya, bahan yang berpotensi sebagai hidrokoloid ini kebanyakan hanya diolah sampai bentuk chips lalu diekspor ke negara lain. Seandainya, negara ini bisa memproses hingga menjadi tepung hidrokoloid tentu nilai tambahnya akan menjadi lebih besar. Oleh karena itu petani wajib menerima ilmu mengenai pasca panen, penyimpanan dan pengolahan agar produk dari para petani berkualitas.
4.Orang awam
Untuk menekan krisis di negeri kita, maka rakyat sudah sepatutnya tidak hanya menuntut pemerintah tetapi juga ikut berkontribusi meminimalisir krisis pangan. Salah satu cara yang bisa ditempuh ialah dengan mengatur pola konsumsi makan. Pola konsumsi kita yang cenderung ke arah karbohidrat terutama nasi sebagai “primadonanya” telah membuat negara ini ketergantungan terhadap beras. Padahal masih banyak sumber karbohidrat yang lain. Untuk itu masyarakat awam perlu paham bahwa kita bisa mengonsumsi sumber karbohidrat selain beras.

Riset tentang pangan di Indonesia memang telah berkembang pesat. Namun, dari banyak riset tersebut hanya sedikit yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pangan di negeri ini. Ketidakmampuan masyarakat awam untuk mengadaptasi teknologi mungkin menjadi kendalanya. Peneliti yang baik tentunya juga memikirkan bagaimana penemuannya dapat digunakan dengan mudah oleh penggunanya. Seperti lampu yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison dapat digunakan secara praktis. Jadi, penemuan teknologi di bidang pangan hendaknya mempertimbangkan aspek ketersediaan bahan, kemudahan memperoleh, dan teknologi yang tepat guna.

Seperti kata nabi Yusuf as dalam Al-Qur’an surat Yusuf:47, Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Dari petikan ayat tersebut, maka tersirat bahwa penguasaan teknologi sebagai salah satu cara untuk bercocok tanam secara sungguh-sungguh (bertanan tujuh tahun lamanya) menjadi petunjuk dari Allah SWT kepada kita agar terhindar dari krisis pangan.

Iklan

About rezawidya

i am just ordinary human..... like u.... still need a food to build my body

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Juni 2013
M S S R K J S
« Apr   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 31,979 hits

Visitors from

arsip

%d blogger menyukai ini: