-->
Kamu Sedang Membaca...
Uncategorized

KONSEP PEMUDA TERBAIK UNTUK MEMPERSIAPKAN KADER POLITIKUS MASA DEPAN INDONESIA

Menurut Aristoteles, politik merupakan usaha yang ditempuh suatu warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik juga didefinisikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pemerintahan dan negara. Dengan politik, negara dapat menentukan kebijakan-kebijakan. Baik kebijakan  perdagangan, ekspor-impor hingga pendidikan.  Namun, apa yang terjadi di negara kita? politik didefinisikan sebagai suatu cara untuk meraih kekuasaan dengan cara membujuk warga negara dalam rangka mewujudkan kepentingan golongan tertentu. Kepentingan rakyat diabaikan, kepentingan golongan di nomor satukan. Kemajuan bangsa diabaikan, kemajuan partai politik diutamakan. Sepertinya, ada yang salah dengan politik di Indonesia.

Sebagai pelopor pembaruan dan penggerak pembangunan bangsa, pemuda wajib move on. Pemuda harus bergerak untuk memperbaiki budaya politik yang carut marut di negeri ini. Masa depan bangsa ini ditentukan oleh pemuda pada zaman sekarang. Jika pemuda saat ini dapat berpolitik dengan benar maka bukan tidak mungkin Indonesia akan kembali berjaya di masa depan.

Mengapa harus pemuda?

Karena pemuda punya energi yang sangat besar. Energi ini apabila dimanfaatkan secara maksimal akan menghasilkan produktivitas yang sangat tinggi. Ide-ide segar dapat bermunculan. Kehidupan politik di negeri ini bisa kembali segar, tidak hanya melulu urusan mencari kekuasaan tanpa memikirkan masa depan Indonesia.

Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda Indonesia mampu merubah wajah bangsa. Peristiwa Sumpah Pemuda, Rengasdengklok hingga Surabaya 10 November telah menjadi bukti. Maka, tidak salah apabila presiden Soekarno pernah berkata  “Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Pemuda yang seperti apa?

Pemuda terbaik. Pemuda dengan karakter unggul, semangat nasionalisme, tidak mata duitan dan tidak doyan “kursi”.

  1. Karakter  unggul

Bagaimana karakter yang unggul itu? Sifat jujur, berani, tangguh, dan teguh membela kebenaran bisa saya katakan sebagai pondasi pemuda berkarakter unggul itu. Jujur berdampak positif terhadap perilaku politik yang tidak rentan terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme. Sikap berani  menunjukkan tanggung jawab yang besar, tangguh menunjukkan sikap yang pantang menyerah sampai tercapainya tujuan dan teguh membela kebenaran akan membuat pihak-pihak yang menginginkan kehancuran Indonesia merasa gentar.

  1. Semangat Nasionalisme

Sikap yang didasari rasa cinta terhadap Indonesia. Semangat untuk membangun bangsa ini. Seperti tercermin pada perilaku pemuda zaman kemerdekaan dahulu, berani berkorban untuk bangsanya. Semangat yang sudah sekian lama luntur di kalangan pemuda zaman sekarang. Pemuda terbaik masa kini harus rela mengorbankan kepentingan pribadi demi kemajuan bangsanya. Dengan begitu, politik tidak akan lagi menjadi ajang partai mencari uang, maupun bagi-bagi kekuasaan.

  1.  Tidak mata duitan

Merupakan salah satu sikap yang mendukung terwujudnya karakter unggul. Rela berperan sebagai pemimpin bukan karena gajinya, melainkan sebagai sarana untuk melayani rakyat Indonesia. Jika pemimpin sudah mata duitan maka selama periode kepemimpinanya bisa dipastikan kebijakannya banyak yang tidak menguntungkan rakyat.

  1. Bukan pemuda yang doyan “kursi”

Pemuda yang tidak gila jabatan. Tidak merengek-rengek meminta jabatan. Melainkan sadar diri akan kemampuannya apakah sudah pantas menduduki jabatan tersebut atau belum. Bila sudah memegang jabatan tetap rela untuk kehilangan. Jika rakyat merasa tidak puas akan kepemimpinannya, dia rela untuk turun.

Masih adakah pemuda terbaik

Pasti masih ada. Meskipun pada kenyataannya, pemuda zaman sekarang terbagi menjadi 2 golongan. Golongan pertama ialah golongan yang aktif di dalam politik dan golongan kedua adalah pemuda yang apatis terhadap politik. Golongan pertama menunjukkan peran aktif di dalam partai politik maupun organisasi-organisasi politik. Mereka aktif menyuarakan pendapat bahkan mencalonkan diri sebagai kader. Namun, hal yang patut disayangkan ialah mereka mudah terbawa arus. Arus provokasi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu hingga arus sistem yang melibatkan mereka dalam korupsi. Golongan kedua sangat anti terhadap politik. Mereka apatis terhadap politik dan permasalahan bangsa. Sikap apatis ini dibentuk oleh pendidikan yang berorientasi pada sekolah-kuliah-cari uang.[1] Sehingga mereka merasa politik dan masalah bangsa bukan merupakan hal yang penting untuk dibicarakan. Suasana politik yang tidak kondusif, banyaknya tindak korupsi di ranah politikus membuat pemuda semakin enggan terjun di dunia perpolitikan.

Terhadap pemuda yang telah aktif di dalam politik, mereka perlu menciptakan ruang yang terbebas dari segala bentuk provokasi. Sehingga, kemandirian dan orisinalitas gagasan mereka untuk membangun negeri tetap terjaga. Hal ini tentu membutuhkan keberanian serta semangat nasionalisme ekstra. Mengingat, sistem di Indonesia yang sudah sangat pelik untuk menciptakan ruang yang bebas dari provokasi.

Golongan kedua merupakan golongan mayoritas. Golongan ini sepertinya agak sulit untuk diajak berkutat dengan politik. Hal ini dikarenakan kondisi negara kita yang sudah semakin mengizinkan pemudanya untuk bertingkah laku tidak sesuai pancasila. Narkoba, pornografi dan bermacam-macam budaya hedonis telah menggerus semangat pancasila. Kepada golongan kedua, sangat disayangkan apabila pemuda ini berpotensi sebagai pemuda terbaik namun sikapnya apatis terhadap politik. Pemuda ini membutuhkan ruang yang bisa diterima oleh dirinya. Jika ruang yang baik sudah tersedia, bukan tidak mungkin mengajaknya untuk turut serta memperbaiki bangsa.

Tapi, pemuda itu kadang-kadang labil. Malam ini benar besok pagi bisa tersesat.

Pemuda memang belum banyak makan asam garam kehidupan. Pemuda masih sering labil. Jika disusupi ideologi yang salah maka mereka bisa menjadi sasaran empuk oknum –oknum tidak bertanggungjawab. Sudah banyak contoh pemuda yang menjadi korban demonstrasi anarki hingga korupsi akibat kelabilannya.

Kelabilan ini muncul karena sulit mengendalikan emosi dan pertimbangan yang pendek.  Untuk mencegahnya, pemuda perlu memperkuat kedua aspek tersebut. Kedua aspek tersebut dapat diperkuat dengan sentuhan agama. Sebab, dengan memperkuat agama, seseorang dapat lebih memaknai kehidupan. Emosi dapat terkendali karena ada perintah dari agama untuk menghindari amarah. Pertimbangan dapat diperkuat sebab telah memahami hakekat kehidupannya di dunia ini. Ketika aspek-aspek tersebut telah  kuat maka akan terbentuk karakter. Karakter yang kuat akan membentuk idealisme. Selama idealisme dipegang dengan benar maka pemuda tidak akan mudah labil.

Pada dasarnya, pemuda terbaik Indonesia dapat diperoleh melalui pencarian dan pendidikan. Jika pemuda sudah berkecenderungan di bidang politik maka harus dididik untuk menjadi pemuda terbaik yang siap berpolitik secara sehat. Namun, jika kita menemukan pemuda terbaik, ada baiknya kita asah minatnya untuk berkecimpung di bidang politik atau pemerintahan.

Sesungguhnya, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan Sumber Daya Manusia. Semua itu tergantung bagaimana cara mengelolanya. Begitu pula dengan pemuda. Jika sudah ditemukan metode pengelolaan pemuda yang tepat, maka pemuda akan tumbuh sebagai harapan bangsa. Terutama di bidang pengelolaan negara atau yang lebih dikenal dengan politik.


[1] Demos Indonesia. Anak Muda Melek Politik. http://www.demosindonesia.org. 27 Februari 2013.

About rezawidya

i am just ordinary human..... like u.... still need a food to build my body

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

April 2013
M S S R K J S
« Mar   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 30,592 hits

Visitors from

arsip

%d blogger menyukai ini: