Termometer Tembak Itu pakai Peluru gak sih?


Disebut apakah alat pengukur suhu? *Termometer … Iya.. benar sekali… Selama ini saya hanya tahu bahwa termometer berbentuk tabung kaca yang berisi air raksa. Ternyata ada juga termometer yang memanfaatkan infra merah untuk mengukur suhu. Termometer ini disebut Infrared Thermometer atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Termometer Tembak”.

P80226-065508(1)
Benetech GM 320

Prinsip kerja alat ini didasarkan pada hukum fisika bahwa setiap benda yang memiliki suhu diatas -273 oC memancarkan gelombang infra merah. Energi Infra merah yang dipancarkan berhubungan erat dengan suhu benda tersebut. Sensor yang terdapat pada termometer tembak akan menangkap pancaran tadi untuk dikonversi menjadi nilai suhu.

Termometer tembak yang saya miliki merupakan buatan Cina, yang harganya sangat miring. Yaa.. saya beli Termometer ini di sebuah toko online dengan harga Rp.146.000,- saja (sudah termasuk ongkir Bekasi-Bogor).

P80226-065859(1)
Termometer menampilkan pembacaan suhu

Merk Termometer ini ialah Benetech GM320. Termometer ini memiliki warna kombinasi oranye dan hitam. Material luarnya terbuat dari plastik dan dilengkapi dengan layar LCD yang berfungsi untuk menampilkan pembacaan suhu.

Terdapat empat tombol yang memiliki fungsi masing-masing.

keterangan gambar2
Infrared Thermometer Benetech GM 320

Tombol no.1 berfungsi untuk mengaktifkan pengukuran. Arahkan termometer ke obyek yang akan kita ukur suhunya lalu pencet tombol ini, layar LCD akan menampilkan suhu obyek tersebut. Tahan selama 7 detik lalu lepaskan agar mendapat hasil pengukuran yang optimal.

Tombol no.2 berfungsi untuk mengaktifkan/menon-aktifkan laser. Termometer ini memiliki laser untuk membantu mengarahkan pengukuran ke titik terpanas/ terdingin obyek yang akan kita ukur.

Tombol no.3 berfungsi untuk mengaktifkan/menon-aktifkan lampu pada LCD selama 7 detik. Ini sangat membantu jika kita mengukur dalam kegelapan. Di dalam GOA misalnya… hehe.

Tombol no.4 berfungsi untuk mengubah pembacaan suhu dalam Fahrenheit (oF) atau Celcius (oC).

P80226-065724(1)
Tempat Memasang Baterai

Alat ini menggunakan sumber listrik yang berasal dari baterai ukuran AAA 1.5 V sebanyak dua buah. Kisaran suhu yang dapat diukur oleh alat ini adalah -50 oC – 380 oC dengan klaim tingkat akurasi + 1.5 oC untuk pengukuran suhu 0 oC – 380 oC dan + 3 oC untuk pengukuran suhu -50 oC – 0 oC.

Termometer ini sangat berguna untuk mendeteksi kerusakan-kerusakan alat elektronik. Misal, untuk mendeteksi kerusakan AC ruangan apabila sudah tidak dingin lagi. Demikian review singkat dari saya, apabila ada yang kurang jelas bisa dibaca di Instruction manual yang bisa anda dapatkan setelah membeli Termometer ini. Hahaha…….

PS: Termometer Tembak tidak memakai peluru

Iklan

Serunya Merencanakan Perjalanan di Eropa


Saat pertukaran pelajar di Warsaw-Polandia, saya melakukan beberapa perjalanan ke beberapa kota di Eropa.  Perjalanan tersebut saya lakukan bersama dengan teman-teman. Kenapa tidak sendiri? Karena saya takut jadi korban penculikan…kemudian diperdagangkan…atau lebih parah dipotong-potong jadi beberapa bagian kemudian dijual terpisah.

Karena saya bersama dengan teman-teman, untuk selanjutnya kata ganti ‘saya’ berubah jadi ‘kami’.

Sebelum memulai perjalanan, hal terpenting ialah merencanakannya dengan baik. Cari tahu tentang kota yang akan dituju, sistem transportasi umumnya, penginapannya dan ketersediaan tiket promo. Ini penting agar supaya perjalanan jadi hemat dan tidak nyasar.

IMG20170513134232
Narsis di depan Sutet Paris

Untuk mencari tahu tentang kota yang akan dituju, kami menggunakan google. Misal, ketika ingin melakukan perjalanan ke kota Paris, cari tahu landmark nya apa saja… Menara Eiffel, Arc de thriump, museu de louvre. Lokasinya dimana?? berapa jauh jarak antar satu tempat dengan yang lainnya?? transportasi umumnya pake apa?? dan bagaimana sistem ticketingnya?? Beruntungnya kita hidup di zaman modern ini… apa saja bisa tersedia di google.. Terima kasih google..Terima kasih Larry Page dkk.

Untuk Penginapan kami memanfaatkan website “Hostels.com” disana tersaji berbagai macam jenis Hostel mulai dari jumlah kamar yang tersedia, berapa orang di dalam satu kamar, fasilitas dan daftar harga.. Semua tersedia dengan lengkap. Karena ini hostel, harus siap berbagi kamar dengan tamu lain. Harga hostel murah yang pernah kami dapat ialah waktu di Budapest.  Harganya sekitar 21 Euro atau 300 an ribu Rupiah untuk 3 orang dengan kamar yang diisi 10 tamu. Perlu dicatat bahwa harga menyesuaikan dengan destinasi. Di Eropa Barat harga termurahnya bisa lebih tinggi daripada di Eropa Timur.

Lalu… kami naik apa dari Warsaw ?? Apakah naik Elang?? Tentu tidak…

Ada beberapa macam moda transportasi yang bisa dipakai, seperti kereta api, bus atau pesawat. Untuk yang jarak dekat kami memilih menggunakan bus, karena harga yang lebih terjangkau.. Bisa juga sih lebih murah naik pesawat asal dapat tiket promo. Mengenai pesawat.. akan kami ceritakan lebih lanjut nanti. Sekarang bus dulu yaa.

IMG20170408063010
“Polski Bus” salah satu Armada Bus di Polandia

Perjalanan Warsaw-Budapest misalnya, bisa ditempuh selama 9 jam dengan naik bus. Harga tiketnya kurang lebih 650 ribu rupiah untuk 3 orang penumpang. Jadi per penumpang hanya 216 ribuan saja.

Bagaimana dengan naik bus di Eropa Barat? Apakah sama harganya dengan di Eropa Timur?

Kami pernah naik bus dari Brussels ke Paris yang berjarak kurang lebih 4 jam perjalanan, harga tiketnya 13 Euro untuk 1 orang (sekitar 195.000 Rupiah). Sedikit lebih mahal memang, tapi masih terjangkau. Beli tiket bus nya dimana? Cek saja di “GoEuro.com”.

Sekarang kami ingin membahas tentang pesawat. Di Eropa ada maskapai yang bernama “Ryan Air” (bacanya: Raiyen Eir, bukan Rian Air)  semacam Low Cost Carrier yang suka ngasih promo.. seperti ”Air Asia”.

Kami dapat tiket promo Warsaw-Brussels dengan harga sekitar 17 Euro untuk sekali jalan (250 ribu Rupiah). Murah sekali bukan?? Tapi yang bikin kesal, ternyata bandara di Brussels tempat maskapai ini mendarat jaraknya jauh sekali dengan pusat kota. Jadi kami harus naik shuttle bus yang harganya 14 Euro untuk sekali jalan (harga karcis shuttle bus  hampir mirip dengan tiket pesawatnya).

Jadi begitulah, sedikit cerita tentang merencanakan perjalanan di Eropa. Oh iya, kalau tidak mau pakai Internet dengan biaya Roaming disana. Kita bisa cari spot free wifi disana di beberapa titik. Dan jangan lupa untuk minta peta kota di hostel maupun di terminal bus. Karena itu cukup membantu.

Ps: Buat yang muslim jangan lupa cari masjid di daerah tersebut. Karena disana tidak seperti di Indonesia dimana musholla atau masjid mudah sekali ditemui.

Ternyata Ini Penyebab Sakitnya


Hari itu gue berniat bangun siang..karena gak ada jadwal kuliah. Segala sesuatu berjalan dengan normal sampai sekitar pukul 6 pagi si (sebut saja Sukro) yang temen satu kamar ini minta diantar ke rumah sakit.

‘Hah, ke rumah sakit?? Ngapain??’, kata gue

‘Dadaku… sakiitt.. saya takut ada masalah dengan jantung saya’, kata dia

Mampus… kalo gak segera dibawa ke rumah sakit bisa bahaya niih.. gue gak mau masuk penjara karena diduga menganiaya temen sekamar.. kan bisa malu maluin nama Indonesia.

Setelah cuci muka.. gak pake mandi… ambil jaket kami pun bergegas menuju stasiun kereta bawah tanah.

‘Kamu tahu mau ke rumah sakit mana?’ , tanya gue

‘Kita ke rumah sakit di daerah stokłosy’, jawab dia dengan penuh keyakinan.

Setibanya di rumah sakit kami kaget karena tidak menemukan satu orang pun disana. Ternyata Rumah Sakit nya belum buka…. Kami menunggu sekitar 1 jam bersama dengan bapak bapak yang nggak bisa bahasa Inggris. FYI, kami berdua gak ada yang bisa bahasa poland. Kami tahu bapak ini gak bisa bahasa inggris karena ketika kami mencoba nanya jam buka dia tidak menjawab.. atau menjawab dengan terbata-bata..

Ketika sudah buka ternyata kami harus menunggu lagi… dokternya belum datang -__-

Satu hal yang melintas di benak gue saat itu… kenapa gak ada dokter jaga ya? Kenapa kami gak bisa langsung ke UGD yaa? Apa muka temen gue ini kurang meyakinkan buat masuk UGD? Apa muka temen gue ini mencurigakan? Apa muka temen gue ini terlihat seperti perampok?

Dari raut mukanya si Sukro ini terlihat semakin gelisah..berulang kali dia nanya ke resepsionis..kapan dokternya datang… sambil mengeluh kesakitann… gue yang ngeliat jadi kasian..

Setelah 2 jam menunggu akhirnya dokternya datang juga.. si Sukro diperiksa lalu dirujuk buat rontgen dada..

Hasilnya menunjukkan… semuanya normal…. tidak ada kelainan …

Lah… kok bisa?? Kan jadi kesel….

Ternyata dia cuman kelelahan…. beberapa hari yang lalu dia ikutan nge-dance….. dan dia mengaku sudah lama tidak beraktivitas fisik yang berat…

Oleh dokter dikasih resep obat penghilang rasa sakit…

Besoknya dia udah kelayapan ke Italy…

dan gue gak diajak…

Dari peristiwa ini gue jadi mikir…..seringkali kita berprasangka buruk terhadap sesuatu… eh ternyata kenyataannya tidak seburuk itu…

Jadi inget Hadis Nabi Muhammad SAW yang berikut ini: “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563)

Nunjukkin Rupiah ke Orang Asing


Bulan Februari sampai Juli 2017 lalu, gue dapat kesempatan buat ngikutin program pertukaran mahasiswa ke Warsaw, Poland. Disana, gue tinggal satu kamar dengan orang Mongolia dan India. Banyak cerita unik yang terjadi selama kita tinggal “sekamar”.

Salah satu yang menarik ialah ketika temen gue menunjukkan uang kertas rupee nya. Seakan tidak mau kalah, gue tunjukin wujud nyata mata uang kebanggaan Indonesia yaitu rupiah ..dengan nominal Rp.2000,- dan Rp.100.000,- . Sontak mereka pun terkejut dengan begitu banyaknya nol di mata uang rupiah.

Pertanyaan-pertanyaan menarik pun kemudian bermunculan..

Seperti…bi-proyeksi-rupiah-rp13-420-usd-di-2017-tahun-depan-rp13-550-usd-hOBeKNa8zB

Ini setara berapa Euro?

Uang 2000 rupiah bisa buat beli apa?

Harga air mineral di Indonesia berapa?Kamu nikahnya kapan? (ini gak nyambung sih) –“

Emang sih, jika dibandingkan dengan mata uang negara mereka.. nilai tukar rupiah paling rendah..

10 rupee India aja setara dengan 2117,6 rupiah Indonesia. Sedangkan nilai tukar tugrik mongolia hampir mirip, dimana 100 tugrik mongolia setara dengan 559,48 rupiah Indonesia.

Meskipun, nilai tukar nya rendah tapi itu tidak menyurutkan rasa cinta gue terhadap rupiah…

Dari kecil jajan pakai rupiah bro… Bayar uang sekolah juga pakai rupiah… Makan minum pakai rupiah… Sampai urusan ibadah seperti sedekah pun pakai rupiah…

Jadi gak ada alasan sih buat gak cinta sama Rupiah… Apalagi mata uang kita ini eksotis lhoo…

Gue bisa kelihatan kaya dimata temen2 gue karena… nol di mata uang gue… banyakk….. hehe….

Kenalan dengan CEO


Naik Metro Istimewa kududuk di Muka

Cerita kali ini masih soal pengalaman unik ketika di Warsaw (meskipun gua udah kembali di Dramaga..menjalani kehidupan normal yang penuh drama).

Pada suatu Jumat, gua dan seorang teman gua yang sesama orang Indonesia pergi ke sebuah masjid yang lokasinya lumayan jauh dari kampus…untuk sholat jumat..

Kami berdua pergi kesana dengan mengendarai sebuah delman istimewa kududuk dimuka. Hehehe… gak lah…bercanda…

Naik metro (kereta bawah tanah) yang kemudian disambung dengan naik bus..

Cerita uniknya bermula ketika kami berdua ada di dalam Metro. Lagi duduk manis di Metro tiba-tiba gua melihat ada seorang bapak2 tua yang baru masuk dan gak dapat tempat duduk. Karena gua orang Indonesia yang berbudi pekerti..bertata krama…sopan santun dan rajin menabung… maka gua berdiri dan ngasih tempat duduk ke bapak2 itu. Kagetnya gua…Bapak2 tersebut nolak… “saya masih kuat berdiri nak”, kata Bapak tersebut.

Akhirnya kami malah ngobrol dengan beliau…

Beliau bertanya, “kalian asalnya darimana?”

Saya jawab, “kami dari Indonesia pak”

Beliau bertanya lagi, “kalian disini sekolah atau bekerja?”

Saya jawab, “sekolah pak..kami disini exchange di SGGW”

Beliau kemudian cerita tentang proyek instalasi pengolahan air bersihnya di Nusa Tenggara Timur dan beliau cerita kalau lagi butuh translator. Lalu beliau ngasih kartu nama ke saya…. berharap saya hubungi beliau.

Bapak-bapak ini PHP

Suatu hari di dunia tubbies… gua stalking in ini bapak.. ternyata bapak ini seorang CEO sebuah Non Government Organization (NGO). Woww..gua diajak ngobrol sama CEO… woww..CEO ini mau naik transportasi umum… Woww …inilah 7 keajaiban dunia yang baru..(No.3 mencengangkan).

Langsung gua kirim email ke beliau…. dan ngarep dapat balesan..

Keesokan harinya gua cek email.. gak ada balesan…lusa…gak ada…seminggu..gak ada…dua minggu sampe sebulan..gak ada balesan –“ …

Baiklah, gua mulai sadar siapa gua sebenarnya….
Gua adalah manusia serigala

Mana mungkin seorang CEO yang sibuk … bisa ingat dengan seorang Indonesia yang kebetulan gak sengaja ketemu di sebuah kereta bawah tanah.

Pesan Moral

Dari peristiwa ini, gua dapat beberapa pesan moral.

Pertama, berbuat baiklah dimanapun engkau berada… siapa tahu bisa kenalan dengan CEO… (meskipun pada akhirnya dilupakan)

Kedua, CEO di Poland hidupnya sederhana..mau naik transportasi umum.

Ketiga, berharaplah hanya kepada Allah SWT.

 

Suasana Kelas di SGGW-WULS


Kali ini, saya akan coba cerita tentang suasana kuliah di SGGW-WULS. SGGW-WULS merupakan kepanjangan dari:  (lihat contekan dulu) Szkola Glowna Gospodarstwa Wiejskiego w Warszawie, dalam bahasa inggris namanya menjadi Warsaw University of Life Sciences.

For your information, saya mendapat kesempatan untuk menimba ilmu disini selama 4,5 bulan (sampai pertengahan bulan Juli 2017).

Nah, gimana rasanya kuliah di SGGW-WULS? Apakah ada mahasiswa yang ketiduran di kelas? Hehe..

Mahasiswa-Mahasiswanya

Saya berada di kelas Internasional yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara. Ada mahasiswa dari Turki, India, Perancis, Jerman, Kroasia, Italia dan tentu saja Indonesia (saya). Setelah saya amati, ternyata mahasiswa dari India ini paling aktif.. paling sering nanya, paling sering ngajak dosennyaa debat (saya gak tahu..apakah ini pengaruh dari film 3 idiot?). Sementara itu, mahasiswa dari Eropa..rata-rata mereka akan bicara, berdebat dengan dosen apabila ada topik yang benar-benar mereka minati. Jika topiknya membosankan, mereka lebih memilih diam.

IMG20170404112327p
Ngambil Foto Slide (awas salah fokus)

Dosen-Dosennya

Ramah sekali. Saya gak tahu apakah ada dosen killer juga untuk mahasiswa asing. Oleh karena mereka sama seperti kita (tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu), mereka speak english slowly sehingga dapat dengan mudah dipahami. Dosen disini rata-rata masih muda-muda. Dari 8 mata kuliah, cuma 1 mata kuliah yang dosennya udah sepuh. Rata-rata dosen mau mengirimkan materi kuliah via e-mail, tetapi ada juga dosen yang gak mau share materi. Jadi, kita harus senantiasa mencatat atau ngambil foto diam-diam dosennya slide nya.

Tugas-Tugasnya

Jarang ada tugas. Tiap dosen akan selalu memberikan pilihan (Tugas atau Ujian?) Jadi kalau dikasih tugas, otomatis gak ada ujian, begitupula sebaliknya. Tugas pun dikerjakan secara berkelompok (atau in pair).

Ujian-Ujiannya

Udah ngerasain ujian 2 kali. Boleh open book, tapi karena mata kuliah yang diujikan tentang kimia, saya merasa tidak terlalu sanggup mengerjakannya dengan baik..hehehe.

Praktikum

Praktikum disini bisa berlangsung sampai lebih dari 2 kali pertemuan buat ngublek2in materi yang sama. Saya pernah praktikum analisis menggunakan alat FTIR dan Calorimetric Bomb. Untuk dua materi itu aja bisa sampai 4 kali pertemuan. Kelebihan dari praktikum disini ialah kita bisa ngoperasiin alatnya sendiri, tanpa perlu perantara teknisi laboratorium. Apa dosen gak takut alatnya rusak? Iya, mereka sudah sangat sering mengalami kerusakan alat akibat ulah mahasiswa..Tapi..disitulah resiko belajar..hehehe.

IMG_20170424_161523
Suasana kelasnya (di sore hari.. bikin ngantuk)

 

 

So, thats all about the class

Jadi, apakah  ada mahasiswa yang ketiduran di kelas?? Iya.. ada.. itu saya.. waktu kuliah jam 4 sore –“

 

#JumatStory-Ketangkap Basah Belum Lapor Diri


Assalamualaikum wr wb guys… 

Sebelum temen-temen baca mengenai kisah absurd berikut ini, ada baiknya saya ceritakan terlebih dahulu.. apa sih #JumatStory itu?

Jadi, #JumatStory ini adalah semacam catatan harian saya selama melalui hari-hari Jumat di negeri orang. FYI, saat ini saya sedang berdomisili di Warsawa-Polandia. Kenapa saya pilih hari Jumat? karena menurut saya menjadi muslim di negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim akan membutuhkan sedikit adaptasi. Contohnya, ya adaptasi ketika memasuki hari Jumat. Kalau di Indonesia, mau sholat Jumat gampang..deket..Masjid dimana-mana, sementara disini masjid jauh dan jumlahnyapun tidak banyak. Belum lagi kalau dihadapkan pada pilihan yang sulit antara tetep Jumatan atau mengikuti kegiatan lain. Waktu sholat Jumat disini pun gak selalu jam 12 siang, tapi bisa berubah-ubah sesuai musim.

Hope you enjoy.. Selamat membaca..

Jumat, 3 Maret 2017. Cerita Jumat pertama di warsaw ini ialah tentang bagaimana seorang WNI ‘tertangkap basah’ belum melakukan lapor diri ke KBRI. hehehe…

Pada hari jumat, sebagaimana layaknya muslim kebanyakan..saya sholat jumat… Karena belum tahu dimana lokasi masjidnya berada, sayapun berangkat lebih awal..yaitu jam setengah sebelas siang (jumatan dimulai jam 12 siang). Dengan berbekal Google maps, saya cari tahu dimana lokasi centrum kultury islamu (nama bekennya: masjid). Saya kesana dengan menumpang bus, saking asyiknya saya kebablasan.. hehe.. saya kelebihan satu halte –“.

IMG20170420171432
Ini dia masjidnya Centrum Kultury Islamu (ul.Wiertnicza 103 02-952 Warsaw, Poland)

Saya pun mulai memasuki masjid..mencopot sepatu..ganti dengan sandal yang udah disediain marbot masjidnya… ke tempat wudhu buat wudhu.. dan tiba tiba dari belakang ada yang manggil saya.. “kamu..dari Indonesiaa yaa??” saya kaget… (angkat tangan sambil bilang..”tidaakkkk, bukan saya pelakunya pak.. bukaannn”..heheee) lalu saya jawab, “iya pakk. Saya dari Indonesia..Nama saya Reza pak’. Lalu bapak-bapak tersebut langsung nyeletuk, “belum lapor yaaa?? Saya kok gak pernah lihat kamu sebelumnya”. Hehehe,.. sambil nyengir saya jawab, “memang belum pak –“ . Akhirnya setelah jumatan selesai saya digiring ke Kapolsek terdekat –“. Hehe… bukan..maksud saya KBRI.

Tapi sebelum ke KBRI, saya diajak ke rumah beliau terlebih dahulu untuk makan siang. Disana, kami ngobrol ngalor ngidul.. mulai dari asal daerah sampai ngomentarin acara tv –“.

Salah satu yang jadi pesan beliau buat saya yang baru tinggal di warsaw ialah “Jangan salah pergaulan”. Karena jauh dari kampung halaman dan dengan kultur berbeda maka pendatang disini sangat mudah kebawa arus. Contoh: yang biasa sholat jadi gak sholat, yang dulunya gak mabok jadi suka minum vodka, yang dulunya g doyan cewek jadi beringas (karena ketemu cewek2 poland yang cakep2). Ok, tidak terasa obrolan pun berlalu dan saya pun menuju KBRI bersama beliau. Setelah selesai dari KBRI, saya pulang sendiri naik kendaraan umum. Selama perjalanan pulang saya gak ketiduran, jadi saya bisa sampai tempat tujuan tanpa kebablasan.

So, That’s all for my first #Jumatstory. Jadi, pesan untuk saya dan teman-teman yang merantau di negeri orang ialah tetap jaga Iman. Jangan mudah terpengaruh dengan lingkungan. Ingat bahwa setiap langkah kita, ada TUHAN yang selalu mengawasi.

See you…

Wassalamualaikum wr wb.

KUE PUTU


1517675_1073997692664636_9115459842214468229_nindex
Entah kenapa ketika menyebut makanan manis satu ini saya langsung teringat rumah dan masa kecil. Mungkin karena ketika kecil dulu saya sering sekali beli kue putu ya.. hehehe.. Well,. Jajanan yang satu ini merupakan ‪#‎WarisanKelezatan‬ Nusantara bangett loh.. Makanan ini terbuat dari tepung beras, gula, dengan warna hijau, beraroma daun pandan dan isian gula merah serta taburan kelapa parut yang lezaat banget.

Berdasarkan pengamatan saya pada abang-abang penjual putu, cara membuat putu adalah sebagai berikut: adonan yang udah berwarna hijau diambil dan dimasukkan dalam cetakan bambu (penjual kue putu kadang-kadang pakai potongan pipa hehehe..), diisi gula merah, ditutup lagi dengan adonan berwarna hijau. Abis itu dikukus deh.. sambil bunyi tuut..tuut..tuut..di kukusannya (khas gerobak jualan putu), selanjutnya ditaruh pada daun pisang sebagai kemasannya dan ditaburi kelapa parut.

Konon katanya, saat zaman penjajahan Belanda dulu kue putu adalah kue yang eksklusif lho.. dibuat dari tepung terigu dan telur yang hanya bisa dimiliki kaum bangsawan saja. Nah, oleh rakyat Indonesia kue ini dimodifikasi dengan bahan tepung beras. Jadi dehh kue putu yang kita kenal hingga saat ini. grin emoticon. Jajanan ini cukup mengenyangkan lho.. (kalau belinya borong satu gerobak hehehe) Menurut saya.. kue putu is the real‪#‎goodnessfromheritage‬”.

#WarisanKelezatan #GoodnessFromHeritage ‪#‎PalmboomCakeMargarine

REDUCING PALM OIL CONSUMPTION MEANS SAVING VITAL RESOURCES


http://image.slidesharecdn.com/tm312-111021015041-phpapp02/95/sumber-daya-alam-1-728.jpg?cb=1319182342
http://image.slidesharecdn.com/tm312-111021015041-phpapp02/95/sumber-daya-alam-1-728.jpg?cb=1319182342

Environment is essential for human life. Some parts of environment, such as water, air and sun light have become vital resources. They are called as vital resources because their present should be in sufficient quantity, clean, and unpolluted. Nowadays, we are tended to be difficult to find clean air and water. Presence of pollution is in everywhere. The advancement of technology in human life becomes one of the pollution contributors. In other hand, human also want to have easy life, wealth and prosperity. When people use technology in bad manner to grow their money, environment is in an alert status. In my opinion, one of the examples in bad manner technology is palm oil plantation. All of us know that palm oil has become an essential ingredient in many products. Soap, margarine, bread, frying products is some example products of palm oil. Our dependency on palm oil derivative product has made palm oil producers unthinking exploit to create oil as much as possible. Unfortunately, they convert conservative forest become palm plantation. Conservative forest is very essential for human life. It can be air and water filter. The other bad side in grand opening of new plantation is smog. Some producers choose to burn the forest as an easy way to remove grove. They choose this way because it is the simplest and cheapest method. My goal in this paper is to propose some method that can be used to reduce Palm Oil consumption. Why we have to do it. Because it will give several significant impacts when 250 million people of Indonesia do it together. First, it will reduce the volume of frying oil demand. Second, the palm oil company will think twice before open new plantation. Third, it will give good healthy benefit for everyone.

Indonesian Frying (Palm) Oil Growth

The frying food daily intake of Indonesian people is big enough. Based on Balitbangkes data (2013) on the report of risk food consumption assessment, almost 40,7% Indonesian people consumed fat, cholesterol and frying food (third rank after nice and seasoned food). Meanwhile, Balitkebas Ministry of Health Republic Indonesia released The Total Diet Study Report (2014). This report showed that Indonesian consumption of palm oil was about 37,4 gram/ day/ person. Even, this consumption was bigger than fruits (33,5 gram/ day/ person).

Along with outgrowth of frying food daily intake, growth of frying oil demand as edible oil in Indonesia from 2002 to 2013 was well rising every year. Based on, Ministry of Agriculture Indonesia data (2014), the average of frying oil demand was 6,36%. This growth was along with growth of palm oil plantation area. Every year, Palm oil plantation area was increasing until 6,9%.

Reduce Palm Oil Consumption

Reducing palm oil consumption by reduce frying food intake is one of the solution. Indonesian people food habits often use frying food such as fried chicken, fried tofu, chips, or kerupuk as complementary food and snack. To reduce the consumption, try to do this diet: “No frying food” whether in breakfast, lunch, dinner or snack. In rough estimation, it will reduce about 25% the oil consumption per person. So, From 37,4 gram/ day/ person consumption of frying oil, we will get 28,05 gram/ day/ person as new oil consumption per person. Imagine that there are 30% of Indonesian people do this diet, we will get 28% reduce of overall Indonesian people in frying oil consumption (with estimation of 255.461,70 thousand people in Indonesia).

Frying Without Palm Oil

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/16989/big/gorengan-130621b.jpg
http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/16989/big/gorengan-130621b.jpg

Another solution is finding alternatives. Frying without oil seems like impossible but it happens. In Indonesia, some foods like “peanut” or “kerupuk” are possible fried without oil. They are usually fried with “clean sand” as frying medium. The appearance is not bad, it just have another good flavor. Another way is using alternative frying oil like olive, peanut, corn or coconut oil. The most potential is coconut oil. Indonesia has 3.7450.000 hectare of Coconut plantation . it will be good potency. But, we have to concern with coconut oil weakness. Coconut oil has bad appearance when it used for cooking. The smoke point is too low, this oil is easy to form oxidat. Nowadays, there are some simple method to convert coconut oil become refined coconut oil. Refined coconut oil is more feasible for frying process than native coconut oil. So, if Indonesia can make it as new industry. It may reduce the number of palm oil plantation.

At the conclusion, there should be no more deforestation again. All of our effort to stop company that do deforestation is back to our self again. We are too much consuming frying food. Now, we are challenged to reduce our frying food consumption. We are also challenged to use our other nature potency. Can we do it??

 

References

 Outlook Komoditi Kelapa Sawit 2014. Indarti, Diah SE et.al. 2014. Web. 21 November 2015

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS 2013). Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI. 2013. Web. 15 November 2015.

Studi Diet Total. Balitkebas Ministry of Health Republic Indonesia. 2014. Web .17 November 2015.

Rute Bus Dalam Kampus IPB (Institut Pertanian Bogor)


Jadi, zaman dahulu kala sebelum negara api menyerang, IPB bukan dikenal sebagai Institut Pertanian Bogor tapi… dikenalnya… “Institut Pembengkakan Betis”…. T.T

Tahu gk kenapa??

Luas nya itu lhoo… Masya Allah…. Bikin Capek kaki kalau harus menempuh perjalanan dalam kampus dengan jalan kaki….

Nah, maka dari itu… sekarang kayaknya kampus lagi baekk… berhubung akan ada program “Gak Ada Kendaraan Masuk Kampus” mulai 1 Oktober terbitlah salah satu moda transportasi dalam kampus yang satu ini… yaitu… “Bus Dalam Kampus” .

Bus Dalam Kampus ini punya lima koridor gaess…. Dengan masing-masing koridor kayaknya punya dua bus dehh… hehe…

Rute Bus Dalam Kampus IPB
Rute Bus Dalam Kampus IPB

Koridor 1 : Menghubungkan antara Gedung Graha Wisuda (GWW) – FEMA – Fateta – Kehutanan – CCR — GWW

Koridor 2 : Menghubungkan antara Fakultas Kedokteran Hewan – Masjid Al-Hurriyah – Fateta – Parkir Motor Menwa – Fakultas Kedokteran Hewan

Koridor 3 : Menghubungkan antara GWW – FEMA – Fateta – Masjid Al-Hurriyah – Fak. Kedokteran Hewan – (dengan jalur yg sama) balik lagi ke GWW

Koridor 4 : Menghubungkan antara Pintu Gerbang Masuk IPB – Gedung Andi Hakim Nasution – Fapet – Fak. Kedokteran Hewan – (dengan jalur yg sama) menuju ke GWW

Koridor 5 : (belum pernah nyobain) kayaknya sih dari Pintu gerbang belakang – Parkir Motor Menwa – Kehutanan

Sekian Terima Kasih… Sampai tgl 30 september 2015 statusnya masih percobaan jadi masih gratis…
Gak tau Sesudahnyaa…

Correct Me If I’m Wrong Yaaa (CMIIW)

Sorry gambar bus nya belum ada …lupa foto…. ntar deh… ditambahiinn…