EM ES I (bagian 1)


PERJALANAN DIMULAI

Tanggal 17 Oktober 2018, akhirnya saya resmi menyandang gelar M.Si. Tiga tahun kuliah, tentu bukan waktu yang ideal untuk menyelesaikan sekolah Magister. Tetapi setelah direnungkan kembali, tiga tahun kuliah di IPB ternyata sangat worth it dan reasonable.

Dibalik kesuksesan pasti ada kegagalan yang menyertainya. Setidaknya itulah yang saya dapat setelah lulus S2. Dan cerita kegagalannya… sudah dimulai sejak awal mendaftar  -____-

Pertengahan 2015 iseng-iseng buka website dikti.. saya baca pengumuman penawaran beasiswa PMDSU, dengan salah satu kampus yang ditawarkan ialah IPB. For your Information.. PMDSU adalah program beasiswa shortcut sekolah S2 langsung disambung S3.. Saya tertarik dan kemudian mencoba memilih promotor dan mengajukan proposal. Saya pilih promotor seorang profesor perempuan yang wajahnya kelihatan kalem.. (yang ternyata nggak kalem, foto memang bisa menipu).

Setelah menunggu begitu lama… saya terkejut terheran-heran karena hasil seleksi penerimaan mahasiswa Pascasarjana saat itu sudah diumumkan dan waktu daftar ulang sudah ditetapkan sementara PMDSU yang saya apply bahkan belum kelihatan ada tanda-tanda seleksi lanjutan.

Hingga saat waktu daftar ulang tiba, PMDSU belum ada pengumuman. Karena saya penasaran.. akhirnya saya nekat ke Bogor dengan status belum tahu diterima sebagai mahasiswa atau tidak. Disana saya numpang dikosan teman kuliah semasa S-1.

Beberapa hari disana, teman-teman sudah memulai perkuliahannya. Lalu saya yang belum berstatus mahasiswa… ikutan masuk kelas (benar-benar terlalu rajin).

PENGUMUMAN YANG DINANTIKAN

Akhirnya hari pengumuman itu tiba.. Saya dinyatakan lolos seleksi IPB dan bisa melakukan daftar ulang susulan, namun belum dinyatakan lolos seleksi dari promotor. Sebuah kondisi yang dilematis.. yang pada akhirnya dengan kenekatan luar biasa.. saya malah bayar spp dan ikutan daftar ulang…seakan-akan sudah mendapat firasat bahwa bakal tidak lolos seleksi promotor.. (meskipun sebenarnya di dalam hati masih berharap).

Setelah daftar ulang dan beberapa kali ikut kelas, barulah saya mendapat informasi nama-nama yang lolos PMDSU. Dan seperti firasat saya.. nama saya tidak ada. He..he…he. Menyedihkan memang dan sama sekali tidak membanggakan.. Tidak lolos PMDSU dan Kuliah S-2 pakai biaya sendiri pula.

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

HARI-HARI PERTAMA KULIAH

Kuliah S-2 saya berpikir akan berbeda dengan kuliah S-1, banyak ngobrolin riset misalnya, atau..sudah tidak ada lagi UTS, UAS.. Namun kenyataannya, suasana perkuliahan S-2 tidak jauh berbeda dengan S-1. Ujian dan tugasnya aja yang lebih banyak serta bobotnya yang lebih sulit. Bahkan.. tugasnya sudah datang di hari pertama kuliah. Dan tugas pertamanya ialah.. membuat tulisan dengan Tema “Fenomena Kimia Pangan dalam Kehidupan Sehari-hari”. Saya membahas perbedaan minyak jelantah dan minyak goreng baru. Selain itu saya juga membahas, kenapa telor ceplok itu enak.. hehehe.. Enggak ding, saya membahas perubahan kimia saat menggoreng telur.

Di Semester 1, saya mengambil 6 mata kuliah yang terdiri dari 4 mata kuliah wajib dan 2 mata kuliah pilihan. Saya sedikit diuntungkan karena TOEFL saya sudah bagus, jadi tidak perlu mengambil mata kuliah bahasa inggris hehehe. Dengan total sks sebanyak 14, di semester 1 kuliah S-2 ini saya merasa lebih capek dibandingkan saat kuliah S-1 yang 24 sks.. Hmm kenapa yaa?? Apa faktor usia? Hehe.. Enggak sih, emang 14 sks IPn IPB itu agak kurang ajar… Tugasnya udah kerasa kayak 30 sks.

Salah satu mata kuliah yang menjadi momok saat semester 1 ialah “Biokimia Molekular Pangan”.. Meskipun topik penelitian tesisnya nanti gak ada biokim-biokimnya, semua mahasiswa wajib mengambil mata kuliah ini. Isi mata kuliah ini hampir sebagian besar hafalan… mulai dari menghafal asam amino hingga jalur metabolisme + enzim-enzimnya. Bagi orang yang gak suka menghafal kayak saya, mata kuliah ini sungguh sangat menyiksa. Soal nilai ujian, sudah pasti rata-rata memperoleh nilai buruk. Untuk itu, dosen pengampu mata kuliah ini memberikan tugas tambahan agar nilai akhirnya tidak menyedihkan. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok, satu kelompok terdiri dari tiga orang. Jumlah soal di dalam tugas ini ada 4 buah. Nah, saya kebagian mengerjakan soal no.4. Soalnya ialah saya harus mencari jurnal tentang elektroforesis “dua dimensi”. Dengan sembrononya saya cari aja jurnal di internet tentang elektroforesis tanpa memperdulikan dua dimensi atau satu dimensi, karena saya pikir semua elektroforesis hasilnya dua dimensilah, selama bentuknya pita garis bukan titik. Dan kesesatan pikir itulah yang saya sesali waktu keluar nilainya… Jengg.. Jenggg… yang lain dapat nilai bagus, kelompok saya nilainya jelek banget. Yang harusnya nilai dipakai buat perbaikan malah ngancurin.

Belakangan saya tahu bahwa dua dimensi disitu maksudnya dua langkah elektroforesis. Dari pengalaman ini saya belajar untuk tidak sotoy.

NYETIRIN BULE

Di akhir semester 2 perkuliahan, saya yang lagi gabut tiba tiba diajakin sama seseorang buat nge LO in bule. Buat yang gak tahu LO itu apa, LO itu semacam guide yang nemenin kemanapun perginya pengisi acara saat seminar atau konferensi. Sebenernya waktu itu saya agak males sih, duuh bule.. bakal ngobrol pake bahasa inggris nih. Ada resiko si bule gak paham tentang apa yang saya omongin. Karena kita berbeda dalam hal pronounciation. Kalau dia pakai gaya American English, saya pakai Jonglish (Jowo English). Tapi, berkat rayuan maut dan iming-iming tambahan duit yang lumayan.. ya udah deh.. saya mau.

Keesokan harinya saya ikutan rapat perdana kepanitiaan ini. Ternyata saya tugas nge-LO in bule itu sendirian.. Disuruh bawa mobil, jemput di bandara, ngantering ke hotel, ke lokasi acara.. selama 5 hari. Apaaa??? Gilaaa… saya gak hafal Jakarta dan sekitarnya.. nama-nama ikan aja saya gak hafal. Oleh karena itulah.. saya harus nyari temen agar perjalanan ini menjadi lancar, aman terkendali, dan selamat sampai tujuan.

Tugas hari pertama ialah: Jemput bule cewek, sekap dan bawa ke hotel, hubungi anggota keluarganyaa dan minta tebusan … hehehe… Enggak lah bohong…

Hari pertama, saya ditemani oleh dua orang sahabat saya yang sama-sama orang Jawa Timur. Tugasnya cukup sederhana, yaitu nganterin Bule cewek dari bandara ke Hotel Indonesia. Tugas yang sederhana ini menjadi tidak sederhana karena kami bertiga gak ada yang hafal exit toll mana yang harus diambil buat ke bandara dan ke Hotel Indonesia (selain buta arah itu kami juga norak, karena gak pernah masuk Hotel Indonesia).

Lalu kami pun mengambil solusi cepat….. Ahaaa…. untung ada HP Pintar……. pakailah google maps sehingga kami bisa lancar ke bandara dan ke Hotel Indonesia Kempinski tanpa tersesat. Tapi… HP Pintar ternyata tidak bisa membantu mengatasi kenorakan kami untuk menemukan loby Hotel Indonesia di tengah malam. Yang terjadi kami malah muter-muter gak jelas –“, sampai si bule terlihat kebingungan dengan anehnya kami. Akhirnya setelah bosen muter muter, kami menemukan portal ke dimensi lain parkiran hotel di basement, kami masuk dengan harapan bisa menemukan pintu lobi hotel di basement yang ternyata tidak ada.. Kami keluar lagi, dan voila… ketemulah pintu lobi nya. Turun lah si bule, lalu kami ditegur satpam karena masuk lobi dengan melawan arah –“. Ternyata arah masuk pintu lobi berada tepat disebelah portal parkiran tadi. Emang, panik bisa bikin otak jadi mengkerut.

Hari-hari berikutnya menjadi lebih menyenangkan, saya bisa ngerasain tidur di hotel Sheraton Bandara. Saya bisa ikutan seminar gratis, yang kalau bayar harganya bisa sampai 3 juta. Namun, saya tetep norak saat harus bayar sarapan di hotel 300 ribu rupiah –“. Sarapan macam apa, yang bisa ngabisin jatah uang makan saya selama seminggu (rws).

 

 

 

Iklan

EM ES I (bagian 2)


KEPENGEN EXCHANGE

Salah satu alasan kenapa saya akhirnya memutuskan kuliah S-2 di IPB ialah peluang exchange ke luar negeri. IPB memiliki kerjasama dengan beberapa kampus di eropa, amerika, jepang, korea, thailand dan masih banyak lagi. Awalnya saya ingin mencoba program PARE ke Jepang. Namun, karena saya kurang ancang-ancang dan niat yang belum 100%, akhirnya saya tidak jadi mendaftar. Di kesempatan berikutnya, saya mencuri waktu sebelum ujian rekayasa proses pangan untuk ikut Info session yang diselenggarakan oleh kantor kerjasama Internasional IPB tentang student mobility Erasmus + di Poland. Di situ saya sempat merasa minder, karena yang ikut niat-niat banget. Mereka mengajukan pertanyaan yang kreatif-kreatif sekali dan kelihatan bahasa inggrisnya jago. Meskipun begitu saya tetap beranikan diri mengurus berkas-berkas pendaftarannya lalu mendaftar, lagipula berkas-berkasnya tidak terlalu sulit. Paling yang agak mikir bikin motivation letter… Tapi dengan bermodalkan google, ternyata saya bisa membuat motivation letter yang bagus hehe.

Program Erasmus + ini sangat menggiurkan. Mahasiswa yang terpilih akan berada di negara tujuan selama ± 5 bulan. Biaya kuliah sudah ditanggung, dikasih uang saku 750 Euro (± 11 juta rupiah) per bulan + travel expenses reimbursement sebesar 1100 Euro (± 17 juta rupiah) (yang bego nya saya malah nombok hahaha). Biaya yang harus dicover sendiri ialah biaya pembuatan asuransi perjalanan sekitar 2 juta 500 ribu rupiah (tergantung perusahaan asuransi yang dipakai) dan biaya pembuatan visa schengen sebesar 900 ribu rupiah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

INTERVIEW

Setelah beberapa minggu mengirim berkas via online, saya mendapat panggilan wawancara. Wawancara akan dilakukan melalui skype dengan penanggungjawab program ini di kampus yang saya tuju, yaitu SGGW-WULS Polandia. Persoalannya, ketika saya mendapat panggilan wawancara tersebut, saya berada di Malang. Sebelum hari H wawancara, saya sempatkan untuk keliling mencari warnet yang sepi dengan koneksi internet baik. Dan ketemulah warnet di Jalan Sumbersari Gg 3 yang deket kosan saya dulu … hehehe benar-benar nostalgia zaman kuliah S-1 di UB dulu. Saat hari-H wawancara saya menggunakan laptop yang telah saya install skype. Tring..tring…tring..tring, ada panggilan masuk dari seorang cewek bule cakep yang pakai u can see penanggungjawab erasmus + di kampus yang saya tuju. Karena saya grogi.. saya tidak menancapkan kabel speaker dengan benar, alhasil saya gak bisa denger suara apa-apa.. hmm.. dasar norak.

Wawancara berlangsung selama kurang lebih 1 jam, yang diobrolin seputar kegiatan saat S-2 dan S-1 dulu, motivasi belajar di luar negeri, kegemaran hingga pertanyaan absurd macam: kalau saya ke bogor, saya mau diajak kemana… wadaww… ngerii…. (tapi ini serius lho).

NYARIS KENA PHP

Dua bulan setelah wawancara, hari pengumuman itu tiba. Dengan deg-deg an saya buka browser, yang muncul malah gambar dinosaurus.. Ternyata paket data saya habis….

Setelah berhasil mendownload file pengumumannya, saya baca dan disitulah saya tahu.. bahwa saya dinyatakan masuk sebagai reserve list. Hmm, maksudnya apa nih? Jadi penghangat bangku cadangan? Saat itu yang dinyatakan accepted hanya 1 orang. Ternyata, saya dapat kemungkinan untuk diberangkatkan di semester berikutnya. Saya masih belum merasa lega, dan berharap ini bukan php.

Satu semester berikutnya saya isi dengan menyusun proposal thesis hingga kolokium (seminar proposal), sembari berharap mendapat kepastian beneran berangkat ke Polandia. Hingga pada suatu hari di bulan Desember saya mendapat kepastian bahwa saya akan berangkat ke Polandia pada akhir bulan Februari 2017, saya diminta menandatangani confirmation letter dan segera mengurus visa. Alhamdulillah.. penantian ini tidak berujung sia-sia.

MENGINJAKKAN KAKI DI TANAH EROPA

26 Februari 2017. Setelah terbang selama 14 jam, akhirnya saya tiba di bandara Internasional Schipol di kota Amsterdam, Belanda untuk transit berpindah pesawat menuju Warsaw. Sesungguhnya saya punya waktu transit selama 5 jam, tapi karena baru pertama kali dan takut nyasar, akhirnya saya cuma foto-foto di dalam bandara sambil bikin live Instagram, dengan penonton sebanyak 6 orang. Wow..sebuah prestasi.

Maskapai yang saya tumpangi saat berangkat dari Indonesia ke Polandia ialah Garuda Indonesia dengan no.penerbangan GA.088 yang bekerja sama dengan KLM CITYHOPPER no.penerbangan KL1365. GA 088 memiliki rute Jakarta-Amsterdam dengan satu kali transit di Singapura. Sementara KL1365 ialah rute penerbangan langsung Amsterdam-Warsawa.

Sore harinya pukul 4 sore waktu eropa, saya tiba di Bandara Frederic Chopin Warsawa. Disini, saya dijemput oleh dua orang dari Erasmus Student Network yang akan mengantarkan saya menuju dormitory. Dari bandara, kami naik bus semacam transjakarta, tanpa perlu berganti bus dan tiba di depan kampus SGGW-WULS. Jika orang-orang biasanya jetlag.. saya malah berbeda, sampai kamar, kenalan bentar sama dua orang room mate saya, habis itu langsung molor .. he he he (rws).

WARNA DAN BUDAYA DI BEBERAPA DAERAH


Manusia memiliki lima macam indera, salah satunya ialah indera penglihatan. Indera penglihatan manusia (mata) sangat mudah terpesona oleh warna. Ketika melihat warna merah, kesan yang pertama terbentuk bisa bermacam-macam. Kesan yang timbul dapat berupa ekspresi marah, panas atau semangat. Warna biru memberikan kesan sejuk, warna putih sering diasosiasikan dengan kesucian. Namun, apakah setiap daerah di dunia ini sama dalam hal menginterpretasikan warna? Ternyata tidak, Ulasan berikut akan membahas mengenai interpretasi warna di beberapa daerah hingga negara.

Jawa – Indonesia

Etnis jawa tentu sangat akrab dengan warna-warna kayu yang sering menjadi corak pada baju batik. Hal ini sangat wajar karena Indonesia berada di wilayah tropis dimana sangat mudah ditemukan pepohonan. Namun, ternyata etnis jawa memiliki beberapa warna lain yang memiliki interpretasi tertentu. Warna kuning misalnya, oleh masyarakat Yogyakarta diterjemahkan sebagai warna kebesaran sultan Yogyakarta. Warna hijau yang identik dengan sawah memberikan kesan kemakmuran,  keabadian, kesehatan, keluarga dan kedamaian. Sedangkan untuk warna merah dan putih masing-masing diterjemahkan sebagai tanda duka cita oleh masyarakat solo dan Yogyakarta.

Sunda – Indonesia

Masyarakat sunda ternyata juga memiliki beberapa interpretasi terhadap warna tertentu. Warna putih misalnya diasosiasikan kepada mempelai wanita pada suatu pernikahan. Selendang yang berwarna putih digunakan ketika upacara ‘numbas’, selendang ini merupaan symbol kebanggaan mertua terhadap menantu yang masih suci. Warna putih dengan merah pada budaya sunda digunakan ketika upacara “ngaruat” rumah baru dan syukuran untuk pergantian nama. Penggunaan warna kuning identik dengan nasi kuning yang sering disajikan saat syukuran dalam rangka naik pangkat, ulang tahun atau lulus ujian. Warna hijau identik tokoh jahat pada suatu cerita rakyat. Budaya sunda juga mengenal warna analog atau nada warna, seperti urutan antara merah dengan biru seperti Beureum (merah), kayas (merah muda), kasumba (merah muda ada unsure ungu), gandaria (ungu), gondola (biru keunguan) paul (biru ultramarine) (Anonymous, 2012).

Cina

Budaya cina sering identik dengan warna merah. Ketika perayaan tahun baru cina misalnya, warna yang dominan ialah warna merah. Dalam budaya cina, warna merah identik dengan keberuntungan, kemakmuran, kebahagiaan, dan panjang umur. Selain warna merah, masyarakat cina juga memiliki interpretasi tertentu terhadap warna biru, kuning, putih, hijau dan hitam. Warna biru diasosiasikan dengan keabadian, warna kuning sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau pornografi, warna putih bermakna kematian atau lambang duka cita, warna hijau dikaitkan dengan perselingkuhan seorang lelaki terhadap istrinya. Sedangkan warna hitam merupakan warna yang dianggap cocok untuk dikenakan para pria muda di negeri tirai bambu.

Jepang

Negara Jepang identik dengan warna merah. Ternyata warna merah ini berkaitan dengan warna matahari yang sangat identik dengan bendera negara Jepang. Warna lain seperti kuning ternyata juga memiliki makna, terutama setelah perang Dinasti di tahun 1357. Kuning melambangkan keberanian, kekayaan, dan perbaikan. Hingga saat ini, prajurit di Jepang mengenakan krisan kuning sebagai simbol janji  keberanian kaisar Jepang dan keluarga kerajaan. Warna putih (anyelir putih) dipakai sebagai simbol kematian. Di Jepang, warna hijau ternyata dipakai sebagai lambang kehidupan (Danila, 2016).

Eropa

Masyarakat eropa ternyata juga memiliki keragaman dalam menterjemahkan warna. Masyarakat Jerman menerjemahkan warna kuning sebagai perasaan cemburu. Sedangkan di negara Perancis, warna kuning diterjemahkan sebagai perasaan iri, pengkhianatan, kelemahan dan kontradiksi. Warna biru diterjemahkan sebagai perasaan melankolis oleh sebagian besar masyarakat eropa. Hal ini yang menyebabkan munculnya kata “blues” untuk menggambarkan seseorang yang sedang bersedih. Sedangkan bagi penganut yahudi (seperti di negara Israel), warna biru merupakan warna yang sacral karena berarti kekudusan atau keilahian. Warna hijau mewakili musim semi, uang, kesegaran dan Natal (jika berpadu dengan warna merah). Di negara Irlandia, warna hijau menggambarkan keberuntungan..

Selain itu, warna-warna seperti coklat, perak, jingga dan hitam juga memiliki makna dalam kebudayaan Eropa. Warna coklat melambangkan kesehatan, kesederhanaan, dan kesetiaan. Warna perak melambangkan uang, sedangkan warna hitam melambangkan pemakaman, kematian dan Haloween (jika dikombinasikan dengan jingga).

Daftar Pustaka

Anonymous. 2012. Warna sebagai Fungsi Artisik Simbolis Indonesia. http://chellme.blogspot.co.id/2012/08/warna-sebagai-fungsi-artistik-simbolis.html. Diakses Tanggal 23 Maret 2016

Darnila, Nisrina. 2016. Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia. http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/01/makna-warna-dari-beberapa-negara-di-dunia/2. Diakses Tanggal 20 Maret 2016

Karbohidrat dan Lemak.. Mana yang lebih berbahaya??


Banyak orang berpendapat bahwa Karbohidrat dan Lemak merupakan sumber penyakit.. Benarkah demikian?? Mana yang lebih menyebabkan penyakit?? Karbohidrat atau Lemak??

Berbicara tentang keduanya saya jadi teringat dengan mata kuliah biokimia pangan yang saya ambil waktu awal semester 1 di Program Studi Ilmu Pangan. Salah satu materi kuliahnya ialah tentang metabolisme karbohidrat dan lemak di dalam sel. Makanan yang kita konsumsi pasti mengandung kedua zat ini.. Namun kadarnya dalam setiap bahan pangan berbeda-beda. Nasi misalnya, lebih dominan karbohidrat dalam bentuk pati.

Tubuh kita pada dasarnya terdiri dari banyak sekali sel. Sel-sel ini membentuk jaringan. Kumpulan jaringan membentuk organ seperti jantung, otak dll.  Sel-sel ini membutuhkan energi untuk dapat selalu menjalankan fungsi aktifnya. Energi ini diperoleh dari serangkaian proses metabolisme makanan yang kita konsumsi (termasuk karbohidrat dan lemak). Selain energi, juga diproduksi glikogen, protein, lemak, kolesterol sesuai mekanismenya masing-masing yang sangat rumit (setengah mati waktu ujian ngapalinnya T.T). Jangan buruk sangka dulu, lemak dan kolesterol ini juga penting bagi  sistem pertahanan diri sel-sel tersebut.

Menurut saya, disinilah kuncinya… “Manajemen Energi”. Semakin efektif energi dimanage maka akan semakin sedikit cadangan makanan yang dibuat oleh tubuh. Cadangan makanan ini bisa dalam bentuk apa saja? Yang paling kelihatan yaa lipatan lemak yang ada di tubuh.. Hehe…

Jadi.. sebenarnya apapun yang kita makan.. entah… karbohidrat atau lemak… pada dasarnya akan dirombak lagi oleh tubuh untuk menjadi energi. Apabila sudah cukup energi yang terbentuk maka akan disimpan dalam bentuk lemak, glikogen, glukosa dll. Sedikit makan atau berpuasa sangat bagus bagi tubuh, karena sel dapat memanfaatkan cadangan makanan ini untuk menjadi energi.

Oleh karena itu, sebenarnya yang perlu dikhawatirkan bukan karbohidrat atau lemak melainkan hawa nafsu kita yang selalu ingin makan… makan dan ..makan .

Hawa nafsu kita yang ingin selalu mager (males gerak) mager dan mager ….hehe..

Bagaimana menurut kalian? Fell free to comment, like, and discuss.. hehe

Termometer Tembak Itu pakai Peluru gak sih?


Disebut apakah alat pengukur suhu? *Termometer … Iya.. benar sekali… Selama ini saya hanya tahu bahwa termometer berbentuk tabung kaca yang berisi air raksa. Ternyata ada juga termometer yang memanfaatkan infra merah untuk mengukur suhu. Termometer ini disebut Infrared Thermometer atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Termometer Tembak”.

P80226-065508(1)
Benetech GM 320

Prinsip kerja alat ini didasarkan pada hukum fisika bahwa setiap benda yang memiliki suhu diatas -273 oC memancarkan gelombang infra merah. Energi Infra merah yang dipancarkan berhubungan erat dengan suhu benda tersebut. Sensor yang terdapat pada termometer tembak akan menangkap pancaran tadi untuk dikonversi menjadi nilai suhu.

Termometer tembak yang saya miliki merupakan buatan Cina, yang harganya sangat miring. Yaa.. saya beli Termometer ini di sebuah toko online dengan harga Rp.146.000,- saja (sudah termasuk ongkir Bekasi-Bogor).

P80226-065859(1)
Termometer menampilkan pembacaan suhu

Merk Termometer ini ialah Benetech GM320. Termometer ini memiliki warna kombinasi oranye dan hitam. Material luarnya terbuat dari plastik dan dilengkapi dengan layar LCD yang berfungsi untuk menampilkan pembacaan suhu.

Terdapat empat tombol yang memiliki fungsi masing-masing.

keterangan gambar2
Infrared Thermometer Benetech GM 320

Tombol no.1 berfungsi untuk mengaktifkan pengukuran. Arahkan termometer ke obyek yang akan kita ukur suhunya lalu pencet tombol ini, layar LCD akan menampilkan suhu obyek tersebut. Tahan selama 7 detik lalu lepaskan agar mendapat hasil pengukuran yang optimal.

Tombol no.2 berfungsi untuk mengaktifkan/menon-aktifkan laser. Termometer ini memiliki laser untuk membantu mengarahkan pengukuran ke titik terpanas/ terdingin obyek yang akan kita ukur.

Tombol no.3 berfungsi untuk mengaktifkan/menon-aktifkan lampu pada LCD selama 7 detik. Ini sangat membantu jika kita mengukur dalam kegelapan. Di dalam GOA misalnya… hehe.

Tombol no.4 berfungsi untuk mengubah pembacaan suhu dalam Fahrenheit (oF) atau Celcius (oC).

P80226-065724(1)
Tempat Memasang Baterai

Alat ini menggunakan sumber listrik yang berasal dari baterai ukuran AAA 1.5 V sebanyak dua buah. Kisaran suhu yang dapat diukur oleh alat ini adalah -50 oC – 380 oC dengan klaim tingkat akurasi + 1.5 oC untuk pengukuran suhu 0 oC – 380 oC dan + 3 oC untuk pengukuran suhu -50 oC – 0 oC.

Termometer ini sangat berguna untuk mendeteksi kerusakan-kerusakan alat elektronik. Misal, untuk mendeteksi kerusakan AC ruangan apabila sudah tidak dingin lagi. Demikian review singkat dari saya, apabila ada yang kurang jelas bisa dibaca di Instruction manual yang bisa anda dapatkan setelah membeli Termometer ini. Hahaha…….

PS: Termometer Tembak tidak memakai peluru

Serunya Merencanakan Perjalanan di Eropa


Saat pertukaran pelajar di Warsaw-Polandia, saya melakukan beberapa perjalanan ke beberapa kota di Eropa.  Perjalanan tersebut saya lakukan bersama dengan teman-teman. Kenapa tidak sendiri? Karena saya takut jadi korban penculikan…kemudian diperdagangkan…atau lebih parah dipotong-potong jadi beberapa bagian kemudian dijual terpisah.

Karena saya bersama dengan teman-teman, untuk selanjutnya kata ganti ‘saya’ berubah jadi ‘kami’.

Sebelum memulai perjalanan, hal terpenting ialah merencanakannya dengan baik. Cari tahu tentang kota yang akan dituju, sistem transportasi umumnya, penginapannya dan ketersediaan tiket promo. Ini penting agar supaya perjalanan jadi hemat dan tidak nyasar.

IMG20170513134232
Narsis di depan Sutet Paris

Untuk mencari tahu tentang kota yang akan dituju, kami menggunakan google. Misal, ketika ingin melakukan perjalanan ke kota Paris, cari tahu landmark nya apa saja… Menara Eiffel, Arc de thriump, museu de louvre. Lokasinya dimana?? berapa jauh jarak antar satu tempat dengan yang lainnya?? transportasi umumnya pake apa?? dan bagaimana sistem ticketingnya?? Beruntungnya kita hidup di zaman modern ini… apa saja bisa tersedia di google.. Terima kasih google..Terima kasih Larry Page dkk.

Untuk Penginapan kami memanfaatkan website “Hostels.com” disana tersaji berbagai macam jenis Hostel mulai dari jumlah kamar yang tersedia, berapa orang di dalam satu kamar, fasilitas dan daftar harga.. Semua tersedia dengan lengkap. Karena ini hostel, harus siap berbagi kamar dengan tamu lain. Harga hostel murah yang pernah kami dapat ialah waktu di Budapest.  Harganya sekitar 21 Euro atau 300 an ribu Rupiah untuk 3 orang dengan kamar yang diisi 10 tamu. Perlu dicatat bahwa harga menyesuaikan dengan destinasi. Di Eropa Barat harga termurahnya bisa lebih tinggi daripada di Eropa Timur.

Lalu… kami naik apa dari Warsaw ?? Apakah naik Elang?? Tentu tidak…

Ada beberapa macam moda transportasi yang bisa dipakai, seperti kereta api, bus atau pesawat. Untuk yang jarak dekat kami memilih menggunakan bus, karena harga yang lebih terjangkau.. Bisa juga sih lebih murah naik pesawat asal dapat tiket promo. Mengenai pesawat.. akan kami ceritakan lebih lanjut nanti. Sekarang bus dulu yaa.

IMG20170408063010
“Polski Bus” salah satu Armada Bus di Polandia

Perjalanan Warsaw-Budapest misalnya, bisa ditempuh selama 9 jam dengan naik bus. Harga tiketnya kurang lebih 650 ribu rupiah untuk 3 orang penumpang. Jadi per penumpang hanya 216 ribuan saja.

Bagaimana dengan naik bus di Eropa Barat? Apakah sama harganya dengan di Eropa Timur?

Kami pernah naik bus dari Brussels ke Paris yang berjarak kurang lebih 4 jam perjalanan, harga tiketnya 13 Euro untuk 1 orang (sekitar 195.000 Rupiah). Sedikit lebih mahal memang, tapi masih terjangkau. Beli tiket bus nya dimana? Cek saja di “GoEuro.com”.

Sekarang kami ingin membahas tentang pesawat. Di Eropa ada maskapai yang bernama “Ryan Air” (bacanya: Raiyen Eir, bukan Rian Air)  semacam Low Cost Carrier yang suka ngasih promo.. seperti ”Air Asia”.

Kami dapat tiket promo Warsaw-Brussels dengan harga sekitar 17 Euro untuk sekali jalan (250 ribu Rupiah). Murah sekali bukan?? Tapi yang bikin kesal, ternyata bandara di Brussels tempat maskapai ini mendarat jaraknya jauh sekali dengan pusat kota. Jadi kami harus naik shuttle bus yang harganya 14 Euro untuk sekali jalan (harga karcis shuttle bus  hampir mirip dengan tiket pesawatnya).

Jadi begitulah, sedikit cerita tentang merencanakan perjalanan di Eropa. Oh iya, kalau tidak mau pakai Internet dengan biaya Roaming disana. Kita bisa cari spot free wifi disana di beberapa titik. Dan jangan lupa untuk minta peta kota di hostel maupun di terminal bus. Karena itu cukup membantu.

Ps: Buat yang muslim jangan lupa cari masjid di daerah tersebut. Karena disana tidak seperti di Indonesia dimana musholla atau masjid mudah sekali ditemui.

Ternyata Ini Penyebab Sakitnya


Hari itu gue berniat bangun siang..karena gak ada jadwal kuliah. Segala sesuatu berjalan dengan normal sampai sekitar pukul 6 pagi si (sebut saja Sukro) yang temen satu kamar ini minta diantar ke rumah sakit.

‘Hah, ke rumah sakit?? Ngapain??’, kata gue

‘Dadaku… sakiitt.. saya takut ada masalah dengan jantung saya’, kata dia

Mampus… kalo gak segera dibawa ke rumah sakit bisa bahaya niih.. gue gak mau masuk penjara karena diduga menganiaya temen sekamar.. kan bisa malu maluin nama Indonesia.

Setelah cuci muka.. gak pake mandi… ambil jaket kami pun bergegas menuju stasiun kereta bawah tanah.

‘Kamu tahu mau ke rumah sakit mana?’ , tanya gue

‘Kita ke rumah sakit di daerah stokłosy’, jawab dia dengan penuh keyakinan.

Setibanya di rumah sakit kami kaget karena tidak menemukan satu orang pun disana. Ternyata Rumah Sakit nya belum buka…. Kami menunggu sekitar 1 jam bersama dengan bapak bapak yang nggak bisa bahasa Inggris. FYI, kami berdua gak ada yang bisa bahasa poland. Kami tahu bapak ini gak bisa bahasa inggris karena ketika kami mencoba nanya jam buka dia tidak menjawab.. atau menjawab dengan terbata-bata..

Ketika sudah buka ternyata kami harus menunggu lagi… dokternya belum datang -__-

Satu hal yang melintas di benak gue saat itu… kenapa gak ada dokter jaga ya? Kenapa kami gak bisa langsung ke UGD yaa? Apa muka temen gue ini kurang meyakinkan buat masuk UGD? Apa muka temen gue ini mencurigakan? Apa muka temen gue ini terlihat seperti perampok?

Dari raut mukanya si Sukro ini terlihat semakin gelisah..berulang kali dia nanya ke resepsionis..kapan dokternya datang… sambil mengeluh kesakitann… gue yang ngeliat jadi kasian..

Setelah 2 jam menunggu akhirnya dokternya datang juga.. si Sukro diperiksa lalu dirujuk buat rontgen dada..

Hasilnya menunjukkan… semuanya normal…. tidak ada kelainan …

Lah… kok bisa?? Kan jadi kesel….

Ternyata dia cuman kelelahan…. beberapa hari yang lalu dia ikutan nge-dance….. dan dia mengaku sudah lama tidak beraktivitas fisik yang berat…

Oleh dokter dikasih resep obat penghilang rasa sakit…

Besoknya dia udah kelayapan ke Italy…

dan gue gak diajak…

Dari peristiwa ini gue jadi mikir…..seringkali kita berprasangka buruk terhadap sesuatu… eh ternyata kenyataannya tidak seburuk itu…

Jadi inget Hadis Nabi Muhammad SAW yang berikut ini: “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563)

Nunjukkin Rupiah ke Orang Asing


Bulan Februari sampai Juli 2017 lalu, gue dapat kesempatan buat ngikutin program pertukaran mahasiswa ke Warsaw, Poland. Disana, gue tinggal satu kamar dengan orang Mongolia dan India. Banyak cerita unik yang terjadi selama kita tinggal “sekamar”.

Salah satu yang menarik ialah ketika temen gue menunjukkan uang kertas rupee nya. Seakan tidak mau kalah, gue tunjukin wujud nyata mata uang kebanggaan Indonesia yaitu rupiah ..dengan nominal Rp.2000,- dan Rp.100.000,- . Sontak mereka pun terkejut dengan begitu banyaknya nol di mata uang rupiah.

Pertanyaan-pertanyaan menarik pun kemudian bermunculan..

Seperti…bi-proyeksi-rupiah-rp13-420-usd-di-2017-tahun-depan-rp13-550-usd-hOBeKNa8zB

Ini setara berapa Euro?

Uang 2000 rupiah bisa buat beli apa?

Harga air mineral di Indonesia berapa?Kamu nikahnya kapan? (ini gak nyambung sih) –“

Emang sih, jika dibandingkan dengan mata uang negara mereka.. nilai tukar rupiah paling rendah..

10 rupee India aja setara dengan 2117,6 rupiah Indonesia. Sedangkan nilai tukar tugrik mongolia hampir mirip, dimana 100 tugrik mongolia setara dengan 559,48 rupiah Indonesia.

Meskipun, nilai tukar nya rendah tapi itu tidak menyurutkan rasa cinta gue terhadap rupiah…

Dari kecil jajan pakai rupiah bro… Bayar uang sekolah juga pakai rupiah… Makan minum pakai rupiah… Sampai urusan ibadah seperti sedekah pun pakai rupiah…

Jadi gak ada alasan sih buat gak cinta sama Rupiah… Apalagi mata uang kita ini eksotis lhoo…

Gue bisa kelihatan kaya dimata temen2 gue karena… nol di mata uang gue… banyakk….. hehe….

Kenalan dengan CEO


Naik Metro Istimewa kududuk di Muka

Cerita kali ini masih soal pengalaman unik ketika di Warsaw (meskipun gua udah kembali di Dramaga..menjalani kehidupan normal yang penuh drama).

Pada suatu Jumat, gua dan seorang teman gua yang sesama orang Indonesia pergi ke sebuah masjid yang lokasinya lumayan jauh dari kampus…untuk sholat jumat..

Kami berdua pergi kesana dengan mengendarai sebuah delman istimewa kududuk dimuka. Hehehe… gak lah…bercanda…

Naik metro (kereta bawah tanah) yang kemudian disambung dengan naik bus..

Cerita uniknya bermula ketika kami berdua ada di dalam Metro. Lagi duduk manis di Metro tiba-tiba gua melihat ada seorang bapak2 tua yang baru masuk dan gak dapat tempat duduk. Karena gua orang Indonesia yang berbudi pekerti..bertata krama…sopan santun dan rajin menabung… maka gua berdiri dan ngasih tempat duduk ke bapak2 itu. Kagetnya gua…Bapak2 tersebut nolak… “saya masih kuat berdiri nak”, kata Bapak tersebut.

Akhirnya kami malah ngobrol dengan beliau…

Beliau bertanya, “kalian asalnya darimana?”

Saya jawab, “kami dari Indonesia pak”

Beliau bertanya lagi, “kalian disini sekolah atau bekerja?”

Saya jawab, “sekolah pak..kami disini exchange di SGGW”

Beliau kemudian cerita tentang proyek instalasi pengolahan air bersihnya di Nusa Tenggara Timur dan beliau cerita kalau lagi butuh translator. Lalu beliau ngasih kartu nama ke saya…. berharap saya hubungi beliau.

Bapak-bapak ini PHP

Suatu hari di dunia tubbies… gua stalking in ini bapak.. ternyata bapak ini seorang CEO sebuah Non Government Organization (NGO). Woww..gua diajak ngobrol sama CEO… woww..CEO ini mau naik transportasi umum… Woww …inilah 7 keajaiban dunia yang baru..(No.3 mencengangkan).

Langsung gua kirim email ke beliau…. dan ngarep dapat balesan..

Keesokan harinya gua cek email.. gak ada balesan…lusa…gak ada…seminggu..gak ada…dua minggu sampe sebulan..gak ada balesan –“ …

Baiklah, gua mulai sadar siapa gua sebenarnya….
Gua adalah manusia serigala

Mana mungkin seorang CEO yang sibuk … bisa ingat dengan seorang Indonesia yang kebetulan gak sengaja ketemu di sebuah kereta bawah tanah.

Pesan Moral

Dari peristiwa ini, gua dapat beberapa pesan moral.

Pertama, berbuat baiklah dimanapun engkau berada… siapa tahu bisa kenalan dengan CEO… (meskipun pada akhirnya dilupakan)

Kedua, CEO di Poland hidupnya sederhana..mau naik transportasi umum.

Ketiga, berharaplah hanya kepada Allah SWT.

 

Suasana Kelas di SGGW-WULS


Kali ini, saya akan coba cerita tentang suasana kuliah di SGGW-WULS. SGGW-WULS merupakan kepanjangan dari:  (lihat contekan dulu) Szkola Glowna Gospodarstwa Wiejskiego w Warszawie, dalam bahasa inggris namanya menjadi Warsaw University of Life Sciences.

For your information, saya mendapat kesempatan untuk menimba ilmu disini selama 4,5 bulan (sampai pertengahan bulan Juli 2017).

Nah, gimana rasanya kuliah di SGGW-WULS? Apakah ada mahasiswa yang ketiduran di kelas? Hehe..

Mahasiswa-Mahasiswanya

Saya berada di kelas Internasional yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara. Ada mahasiswa dari Turki, India, Perancis, Jerman, Kroasia, Italia dan tentu saja Indonesia (saya). Setelah saya amati, ternyata mahasiswa dari India ini paling aktif.. paling sering nanya, paling sering ngajak dosennyaa debat (saya gak tahu..apakah ini pengaruh dari film 3 idiot?). Sementara itu, mahasiswa dari Eropa..rata-rata mereka akan bicara, berdebat dengan dosen apabila ada topik yang benar-benar mereka minati. Jika topiknya membosankan, mereka lebih memilih diam.

IMG20170404112327p
Ngambil Foto Slide (awas salah fokus)

Dosen-Dosennya

Ramah sekali. Saya gak tahu apakah ada dosen killer juga untuk mahasiswa asing. Oleh karena mereka sama seperti kita (tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu), mereka speak english slowly sehingga dapat dengan mudah dipahami. Dosen disini rata-rata masih muda-muda. Dari 8 mata kuliah, cuma 1 mata kuliah yang dosennya udah sepuh. Rata-rata dosen mau mengirimkan materi kuliah via e-mail, tetapi ada juga dosen yang gak mau share materi. Jadi, kita harus senantiasa mencatat atau ngambil foto diam-diam dosennya slide nya.

Tugas-Tugasnya

Jarang ada tugas. Tiap dosen akan selalu memberikan pilihan (Tugas atau Ujian?) Jadi kalau dikasih tugas, otomatis gak ada ujian, begitupula sebaliknya. Tugas pun dikerjakan secara berkelompok (atau in pair).

Ujian-Ujiannya

Udah ngerasain ujian 2 kali. Boleh open book, tapi karena mata kuliah yang diujikan tentang kimia, saya merasa tidak terlalu sanggup mengerjakannya dengan baik..hehehe.

Praktikum

Praktikum disini bisa berlangsung sampai lebih dari 2 kali pertemuan buat ngublek2in materi yang sama. Saya pernah praktikum analisis menggunakan alat FTIR dan Calorimetric Bomb. Untuk dua materi itu aja bisa sampai 4 kali pertemuan. Kelebihan dari praktikum disini ialah kita bisa ngoperasiin alatnya sendiri, tanpa perlu perantara teknisi laboratorium. Apa dosen gak takut alatnya rusak? Iya, mereka sudah sangat sering mengalami kerusakan alat akibat ulah mahasiswa..Tapi..disitulah resiko belajar..hehehe.

IMG_20170424_161523
Suasana kelasnya (di sore hari.. bikin ngantuk)

 

 

So, thats all about the class

Jadi, apakah  ada mahasiswa yang ketiduran di kelas?? Iya.. ada.. itu saya.. waktu kuliah jam 4 sore –“